Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Akte Tanah, SP3 Edy Leo Bisa Batal

Jakarta, Patroli-
Seorang pengusaha bernama Edy Leo yang juga menantu pengacara kondang Yan Apul boleh jadi ketenangannya bakalan terusik.

Sebabnya dalam waktu dekat pengusaha yang mengaku banyak mengenal petinggi negeri ini akan menjalani Sidang Pra Peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat bersama Ditreskrimum Polda Matro Jaya.

Gugatan Pra Peradilan itu sendiri diajukan oleh Santoso warga Jalan Gempol Ceger Jakarta Timur menyangkut penghapusan status Edy Leo sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan tanda tangan akte data otentik dokumen tanah seluas 18.000 meter yang berlokasi di Pondok Kacang Tangerang Selatan.

Sebelumnya Santoso melaporkan Edy Leo kepada Ditreskrim Polda Metro Jaya atas adanya dugaan pemalsuan tersebut.

Sebelumnya kasus Santoso sempat mangkrak sekitar 3 tahun. Kemudian diambil alih oleh Bareskrim Polri setelah saksi pelapor mempersoalkan ke Mabes Polri.

Selanjutnya atas rekomendasi Bareskrim, Polda Metro Jaya kemudian “menghidupkan” kembali kasus ini.

Namun dalam perjalanannya Satuan Serse Umum Bagian Harda itu diwarnai “batuk-batuk” alias tersendat sendat, sehingga mengusik Ind Police Watch (IPW) untuk membawa persoalan ini ke meja Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dari situlah kasus kemudian berjalan lagi, akan tetapi entah pertimbangan hukum apa yang dipakai oleh penyidik, kasus ini dihentikan alias di SP3-kan.

Saksi pelapor, Santoso saat mengetahui tersangka diberikan label Surat Perintah Penghentian Penyidikan(SP3) mengaku kaget.

Berbagai macam dugaan ‘miring’ bergelayut  dalam benak pelapor. Hal ini diakui oleh Santoso dalam suatu kesempatan ‘berbincang-bincang’ dengan Patroli di Jakarta pekan lalu.

Edy Leo sendiri saat dihubungi Patroli mengaku tidak gentar menghadapi gugatan Santoso, sekalipun jika nantinya SP3 yang ditandatangani oleh Kombes Drs Nico Apinta dibatalkan oleh pengadilan.

“Saya akan hadapi,” tegas Edy Leo. (Ags)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *