Soal Pemberitaan Anggota DPRD Depok, Sekber Wartawan: Minta Hak Jawab

Depok, Patroli-
Petinggi Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Depok angkat bicara soal statement Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Depok Zamrowi, yang diberitakan salah satu media bahwa sesudah pelantikan 50 anggota dewan belum ada yang masuk ke gedung DPRD.

Dampak dari adanya berita tersebut, Rapat Paripurna Pelantikan Pimpinan DPRD pada Jumat (27/9), dibanjiri interupsi klarifikasi soal berita tersebut.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sekber Wartawan Kota Depok Yohanes Hutapea mengemukakan, bahwa aneh soal adanya seorang pimpinan yang dengan lantang meminta wartawan yang menulis berita tersebut agar dihadirkan dan dimintai klarifikasinya.

“Gak perlu begitu, sangat disayangkan. Masa ada instruksi begitu di Rapat Paripurna DPRD,” ujar Yohanes yang akrab disapa Bang Jhon, di kantornya, Jumat (27/9) sore.

John menjelaskan, bahwa jika ada persoalan pemberitaan dapat diselesaikan dengan menggunakan hak jawab. “Ini kan menelanjangi diri bahwa Pimpinan DPRD tidak memahami mekanisme sengketa pemberitaan,” katanya.

Dijelaskan oleh Sekber Wartawan kota Depok itu, bagaimana alur yang dianggapnya bisa menjadi penyelesaian. “Yang berstatement kan Sekwan. Nah, Pimpinan DPRD bisa minta klarifikasi ke Sekwan. Kemudian Sekwan minta hak jawab dengan media yang menulis berita itu,” terangnya.

Menurut John, Sekwan DPRD Depok Zamrowi juga sudah menjawab dan menegaskan berita yang menyatakan bahwa 50 dewan yang sudah dilantik tidak pernah masuk ke kantor DPRD Depok adalah bohong.

“Sekwan nyebut ‘demi Allah’ dan ‘demi Rasulullah’. Jadi kita dorong aja agar Sekwan minta hak jawab. Salah jika pimpinan minta wartawannya dihadirkan untuk dimintai klarifikasi,” tandasnya. (Mf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *