BKN Imbau Hati-Hati Modus Penipuan Jelang Penerimaan CPNS

Jakarta, Patroli-
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang dilakukan sejumlah oknum menjelang dibukanya pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengemukakan bahwa tingginya animo masyarakat menyambut dibukanya pendaftaran seleksi CPNS kerap dimanfaatkan oknum untuk mengeruk keuntungan.

“Jenis penipuan yang kerap ada selama ini beragam, mulai dari Surat Keputusan (SK) palsu hingga simulasi soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang mengatasnamakan BKN,” ungkapnya, dikutip Setkab, Rabu (16). Untuk itu, Ridwan berharap masyarakat semakin pintar dalam menyaring informasi resmi.

Karo Humas BKN itu menegaskan, informasi resmi seputar penerimaan seleksi CPNS pastinya hanya dari kanal resmi milik pemerintah, yakni website berdomain go.id dan media sosial yang sudah terverifikasi.

Sementara itu Kepala Subbidang Pengelolaan Aplikasi Sistem Seleksi BKN Efni Surayadi, juga mengajak masyarakat kembali memanfaatkan aplikasi resmi milik pemerintah untuk berlatih soal SKD. Menurutnya, aplikasi resmi milik pemerintah selain gratis dan mudah diakses, soal-soal yang ada, resmi dari bank soal BKN.

“Tentu sah-sah saja apabila masyarakat ingin melakukan simulasi soal SKD di banyak tempat. Namun, BKN tidak menjamin kualitasnya,” ujar Efni. Menurutnya, saat ini BKN hanya memfasilitasi simulasi soal SKD melalui website yang dapat diakses di alamat cat.bkn.go.id.

Kepala Subbidang Pengelolaan Aplikasi Sistem Seleksi BKN itu menjelaskan, bahwa jumlah kuota maksimal yang dapat mendaftar simulasi soal SKD di website cat.bkn.go.id sebanyak 1500 orang per hari.

“Memang dibatasi pendaftarnya per hari. Hal itu untuk memastikan pengalaman akses yang baik. Namun, jumlah akses untuk mengikuti simulasi soal SKD tidak dibatasi. Masyarakat bisa mencobanya kapan pun dan di mana pun,” pungkasnya. (Mf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *