Wabup Aceh Timur Bantah Adanya Dugaan Main Fisik Terhadap Perawat RSUD

Aceh Timur, Patroli-
Media sosial (medsos) belakangan diramaikan dengan pemberitaan adanya dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un terhadap perawat RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, Aceh Timur, Aceh.

Saat dikonfirmasi via ponsel, Jumat,(13/12), Wabup Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un dengan tegas membantah peristiwa yang melibatkan dirinya tersebut.

“Hanya memberi masukan dan teguran kepada karyawan RSUD, dikarenakan ingin dirawat di RSUD tersebut,” ujar Wabup Syahrul Bin Syama’un kepada awak media.

Disatu sisi Syahrul juga mempertanyakan kalau memang ada korban yang menjadi kekerasan kontak fisik darinya, kenapa tidak di visum dan melapor ke pihak berwajib.

Sebagai Wakil Bupati, tegas Syahrul, dirinya memberikan tindakan keras kepada pihak RSUD. “Dikarenakan perawat yang suka lalai dengan gadget nya,” jelasnya. Hal itu dilakukannya supaya para perawat-perawat yang bertugas selalu siap siaga dalam memberi pelayanan terhadap pasien.

Syahrul juga meminta agar perawat selalu berkomitmen dalam memberi pelayanan yang maksimal kepada pasien, tanpa memandang miskin atau kaya. “Perawat itukan profesi mulia, pekerjaan mereka bernilai ibadah jika dilakukan dengan ikhlas dan tulus,” tutur Wabup Syahrul.

Oleh karena itu, dirinya juga mengingatkan kepada Kepala Kesatuan Perawat baik di Aceh Timur atau di Banda Aceh, untuk obyektif saat mendapat laporan. “Jangan latah dalam menerima laporan tanpa tahu kronologi kejadian,” tuturnya.

Dijelaskan oleh Syahrul bahwa sebenarnya dirinya mendapatkan pengalaman pahit saat membutuhkan pelayanan dari para perawat rumah sakit tersebut.

“Saya sebagai pasien sudah menunggu kurang lebih 30 menit dalam keadaan sesak dan butuh oksigen, tapi tidak ada satu oksigen pun disitu,” ungkap Syahrul.

Padahal setengah jam sebelum tiba di RS, tambahnya, Syahrul sudah menghubungi pihak RS untuk segera menyiapkan tabung oksigen yang dibutuhkan.

“Saya merasa pelayanan di RSUD tersebut kurang maksimal dikarnakan para petugas medis seperti lupa tupoksinya masing-masing. Saya selaku pimpinan daerah saja, seperti ini pelayanan yang saya dapat, bagaimana nasib masyarakat umum,” tukasnya.

Sementara terkait adanya berita simpang siur terkait permasalahan dirinya dengan pihak RSUD Sultan Abdul Aziz Syah, Wakil Bupati Wabup Aceh Timur itu juga menegaskan agar para awak media selalu menjaga kode etik jurnalistik dalam menyiarkan berita.

“Kepada teman-teman media tolong jaga kode etik jurnalistik dalam mengekspos berita, sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pokok Pers. Setidaknya dalam pemberitaan harusnya berimbang, jangan sepihak,” pungkasnya. (Dd/Foto: Ist/Ilustrasi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *