Kades Imbanagara Raya Bagikan Sembako untuk Kaum Jompo dan Anak Yatim

Ciamis, Patroli-
Pandemi virus Corona (Covid-19) melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia mulai dari kota-kota besar hingga ke pelosok desa, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Senin (11/5) lalu.

Beberapa wilayah yang terdampak di Provinsi Jawa Barat, diantaranya adalah Kabupaten Ciamis. Faktor yang paling dirasakan masyarakat dengan diberlakukannya PSBB adalah dampak ekonomi.

Hal tersebut membuat Kepala Desa (Kades) Imbanagara Raya Tarwan Ruhiawan untuk tergerak melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) untuk membagi-bagikan paket sembako.

Kepada patroliborgol.com, Kades Tarwan mengatakan bahwa kegiatan baksos merupakan merupakan bentuk peduli kepada masyarakat dan dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Saywal 1441 Hijriyah.

“Kegiatan rutin tahunan ini adalah bentuk partisipasi kepada masyarakat yang terdampak, dan dalam rangka menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah,” ujar Tarwan, di Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/5).

Dijelaskannya, paket sembako yang dibagikan sebanyak 165 paket dan dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu, orang tua jompo dan anak-anak yatim dan yatim-piatu di Desa Imbanagara Raya.

“Sembako yang dibagikan ada sebanyak 165 paket, dan sasarannya adalah orang-orang jompo dan anak yatim,” ujar Kades Tarwan, kepada awak media saat membagikan sembako dikediamannya.

Tarwan Ruhiawan merinci, sembako yang dibagikan bagikan ada sebanyak 4,2 kwintal dengan nilai uang sekitar Rp 6 juta rupiah dan masing-masing mendapatkan 2,5 Kg beras.

Pembagian sembako, sambungnya, tersebar di empat dusun yaitu Sukasari, warungkulon, Selahawi, dan Majalaya. Dusun tersebut terdiri dari 11 RW dan 47 RT yang didominasi kaum fakir miskin jompo dan yatim piatu.

Disebutkan oleh Tarwan, awalnya ia tidak mau hal ini dipublikasikan di media, karena khawatir menjadi riya dan takabur. “Dipublikasikannya pembagian beras ini bukan untuk disombongkan, riya dan takabur, memang sudah kebiasaan dalam satu tahun sekali,” ucapnya.

Menurutnya sudah menjadi kewajiban selaku umat Islam harus bersodaqoh, menyisihkan sebagian dari hasil panen misalkan padi untuk dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Kades Imbanagara Raya itu juga menjelaskan, bahwa pihaknya setiap tahun di hari ke 25 bulan suci Ramadhan selalu rutin menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) bersama 40 anak yatim-piatu dari 4 dusun.

“Namun dikarenakan situasi dan kondisi tahun ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, sebagai penggantinya kegiatan santunan dikembangkan atau ditambah orang miskin dan Jompo, sehingga kuota sembakonya menjadi 165 paket,” tutur Tarwan.

Kedepan dirinya berharap, dengan dibagikannya paket sembako tersebut bisa sedikit membantu dan mengurangi beban warga yang kekurangan di masa pademi Corona ini, serta berharap wabah virus cepat berakhir.

“Semoga bantuan ini bisa membantu warga yang terdampak akibat Covid-19 ini. Saya juga berdoa dan berhapa semoga wabah penyakit yang melanda seluruh dunia ini segera berakhir. Aamiin,” harap Kades Tarwan yang diamini oleh warga penerima bantuan. (Yanto AS/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *