Acara Peluncuran Distribusi Bansos ke Masyarakat Garut Tuai Kritik

Garut, Patroli-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat (Jabar), menggelar acara pelepasan distribusi bantuan tunai dan non tunai bagi masyarakat terdampak pandemi virus Corona (Covid-19), di depan Kantor Pos Garut Jalan Ahmad Yani, Pakuwon Garut Kota, Garut, Jabar, Selasa (12/5).

Namun sangat disayangkan, cara yang dihadiri Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Garut Rudy Gunawan menuai kritik dari sebagian kalangan masyarakat. Pasalnya sejumlah pejabat itu dinilai seolah tidak mengindahkan aturan physical distancing maupun social distancing.

Para pejabat dalam acara tersebut tampak berdekatan terutama ketika foto bersama. Kondisi seperti ini cukup disayangkan karena akan memberikan contoh yang kurang baik bagi masyarakat.

Pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas) Raksa Baraya Ade Meiji kepada awak media mengatakan, para pejabat yang kurang menjaga jarak di acara tersebut akan menambah sulit bagi warga untuk mematuhi anjuran pemerintah terkait jaga jarak fisik.

“Kalau pemerintah saja yang menyuruh jaga jarak tapi kurang memperhatikan aturan sendiri, bagaimana dengan masyarakat,” kata Ade Meiji.

Seharusnya, sambungnya, dalam kondisi apapun pejabat publik itu harus konsisten mempertahankan aturan atapu kebijakan yang dibuatnya. “Agar tingkah laku pejabat itu ditiru oleh masyarakat,” tegas Ade.

Hal senada juga disampaikan Ujang Selamet, seorang jurnalis asal Garut. Menurutnya acara seremonial pelepasan bantuan sosial (bansos) Jabar itu ditonton oleh banyak masyarakat. Apalagi dalam acara itu juga diliput oleh media.

“Ini sungguh disayangkan, karena masyarakat akan sulit mengikuti aturan apabila yang membuat aturan sendiri kurang mematuhi aturannya,” tutur Ujang yang merasa miris dengan peristiwa tersebut.

“Saya selaku jurnalis pun sulit memberitakan hal seperti ini. Takutnya malah jadi contoh tidak baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *