Ketua APDESI Garut Beri Klarifikasi Soal Pemberitaan Profesi Wartawan

Garut, Patroli-
Ketua APDESI (Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Garut Asep Basri akhirnya mengklarikasi pernyataannya soal pelecehan profesi wartawan yang sempat viral di media pekan lalu.

Akibat pernyataan terkait soal larangan liputan bagi wartawan yang bukan ‘berkartu biru’ membuat sejumlah awak media meradang karena merasa dilecehkan.

Dalam klarifikasinya Asep Basri mengaku dirinya tidak pernah ada niatan untuk menghina, bahkan melecehkan para jurnalis dimanapun.

“Isi penegasan mengenai isu wartawan dilarang, itu tidak benar. Saya melarang oknum wartawan ke desa tanpa legalitas dan tanpa berita,” kata Asep, kepada awak media di Garut, Jawa Barat, Senin (10/8).

Dikatakan oleh Asep, dirinya sangat mendukung kinerja awak media di daerahnya, bahkan dalam waktu dekat berinisiatif akan membuka Media Center guna menjadi wadah bagi para wartawan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Insya Allah biaya babarengan. Tolong jangan disimpang siurkan beritanya. Garut itu harus diurus untuk kita semua, jangan dirusak oleh orang Garut juga,” ucapnya.

Meskipun klarifikasi dirasa belum memenuhi rasa keadilan bagi sebagian wartawan, Ketua APDESI Kabupaten Garut itu menegaskan bahwa tidak benar dirinya menghina ataupun melecehkan insan pers.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Sekber Wartawan Indonesia (Sekjen SWI) Herry Budiman menanggapi kisruh Ketua APDESI Kabupaten Garut dengan sejumlah wartawan di Garut menjadi pembelajaran bagi pejabat untuk tidak asal ucap.

“Peristiwa itu hendaknya jadi pelajaran bagi pejabat APDESI Garut. Tidak boleh mengkotak-kotakan wartawan dengan baju organisasinya, yang terpenting medianya aktif,” ujarnya, kepada patroliborgol.com, Kamis (13/8).

Wartawan senior asal Kota Depok, Jawa Barat itu juga berpesan untuk tetap menjalin kemitraan dengan semua elemen Kabupaten Garut sebagai wujud peran aktif pers dalam pembangunan Garut secara luas.

“Hendaklah terus menjalin kemitraan dengan semua stake holder yang ada, dengan mengedepankan etika dalam rangka pemenuhan hak publik akan informasi yang benar. Inilah peran kita sebagai jurnalis,” pungkas Herry. (Ags/Foto:Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *