Mobil Ditarik Debt Kolektor di Jalan, Konsumen Lapor ke Polres Cimahi

Garut, Patroli-
Lilis Juwariyah bersama tim kuasa hukumnya melaporkan dugaan penarikan paksa mobil miliknya oleh debt collector dari pihak WF ke Polres Cimahi, Jawa Barat, Jumat (5/2).

Saat melapor, Lilis juga menghadirkan keponakannya Anwar yang menjadi saksi saat mobil yang dikendarainya di wilayah Padalarang Jawa Barat ditarik oleh pihak yang diduga ditugaskan oleh pihak perusahaan pemberi kredit.

Kepada awak media, Lilis mengatakan dirinya serius dalam menindaklanjuti permasalahan ini. “Saya akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan kembali hak saya yang telah dirampas,” ucapnya.

Budi Santoso, kuasa hukum yang mendampingi Lilis Juwariyah mengatakan, bahwa dalam melakukan pelaporan pihaknya sudah mengantongi bukti-bukti yang dinilai cukup.

“Apa yang dilakukan oleh WF sudah memenuhi unsur-unsur sebagaimana yang disangkakan dalam pasal perampasan,” terangnya.

Dirinya juga menambahkan, bahwa selain dugaan perampasan terdapat juga dugaan pidana lain atas apa yang dilaporkan ke pihak kepolisian. “Berupa kehilangan harta benda berharga yang ada di dalam mobil pada saat ditarik,” pungkasnya.

Sementara itu Anwar mengaku dibohongi oleh pihak debt collector saat mobil yang sedang dikendarainya ditarik paksa. “Pada saat itu dijanjikan akan dibawa ke kantor, namun dibawa ke satu tempat dan disanalah mobil dirampas,” imbuhnya.

Sebelumnya perkara penarikan mobil tersebut antara pihak kreditur dan debitur pernah menempuh cara mediasi di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Garut.

Namun upaya mediasi yang dilakukan kedua belah pihak tidak berbuah hasil dan menemui jalan buntu, sehingga perkara berlanjut sampai dilakukan pelaporan ke Polres Cimahi. (Ujang Slamet/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *