Madrasah Diniyyah Nurul Barokah Digeruduk Truk Pengangangkut Bata, Sejumlah Santri Jadi Korban

GARUT patroliborgol- Belasan orang warga menjadi korban kecelakaan di Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Jumat (2/4). Kecelakaan tersebut diduga dipicu akibat hilang kendalinya truk pengakut batu bata.

Kanit Laka Lantas Polres Garut, Ipda Priyo mengatakan bahwa kecelakaan terjadi di Kampung Harendong sekitar pukul 16.00. Saat itu, sebuah truk diketahui tengah mengangkut batu bata dari pabrik pembuatan mengarah ke bawah.

“Kondisi jalan yang dilewati truk itu memang menurun. Diduga saat melewati pertigaan, truk tersebut hilang kendali sehingga menabrak sebuah madrasah yang ada di sekitar lokasi kejadian,” kata Priyo.

Saat truk menabrak madrasah, menurutnya memang masih ada anak yang sedang melakukan kegiatan karena belum pulang. Akibat kecelakaan itu, diungkapkan Priyo, dua orang dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Kedua orang yang meninggal dunia itu adalah sopir truk dan santri madrasah, dengan jenis kelami laki-laki dan berusia 12 tahun. Jenazah kedua korban saat ini berada di RSUD dr Slamet Garut,” ungkapnya.

Selain korban meninggal dunia, sejumlah santri lainnya diketahui mengalami luka berat dan ringan. Beberapa diantara korban ada yang mendapatkan perawatan di RSUD dr Slamet, dan sebagian lainnya di Puskesmas Karangpawitan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk yang mengalami kecelakaan saat itu tengah dikemudikan Suhanda (50) bernomor polisi Z 8229 DW. Adapun madrasah yang terhantam truk adalah Madrasah Diniyyah Nurul Barokah.

Jumlah korban akibat kecelakaan truk pengangkut bata yang hilang kendali di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Jumat (2/3) bertambah menjadi tiga orang. Setelah dua orang yang terdiri dari sopir dan seorang santri meninggal dunia di lokasi kejadian, di malam harinya seorang santri diketahui meninggal dunia.

Priyo menyebut bahwa korban meninggal ketiga merupakan santri putri madrasah diniyah dengan jenis kelamin laki-laki dan berusia 12 tahun. “Korban ketiga ini meninggal dunia sekitar pukul 23.00 di RSUD dr Slamet usai menerima perawatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa korban terakhir diketahui meninggal karena luka berat yang dialaminya di bagian kaki. Untuk dua korban sebelumnya, diketahui meninggal dunia akibat luka di bagian kepala dan dada saat kecelakaan.

Priyo mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan untuk mendalami penyebab pasti dan kronologi kecelakaan lalulintas di Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

“Ada tim ahli dari Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan di lokasi, nanti akan disimpulkan penyebab kecelakaannya apa dan seperti bagaimana,” ungkapnya.

Hingga saat ini, menurut Priyo, masih ada 7 orang korban lainnya yang masih mendapatkan perawatan di RSUD dr Slamet Garut. Ia memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban kecelakaan ditanggung oleh Jasa Raharja.

“Ahli waris korban meninggal dunia juga tadi sudah menerima santunan masing-masing Rp 50 juta dari Jasa Raharja,” tutup Priyo. H.ujang selamet/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *