Diduga Edarkan Uang Palsu, Wanita Penjual Kosmetik Ditangkap Satreskrim Polres Demak

Demak, Patroli-
Memasuki bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Demak berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran uang palsu di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Tersangka pengedar diketahui wanita berinisial G (37) warga Desa Sumberejo Kecamatan Mranggen, Jawa Tengah, yang berprofesi sebagai penjual kosmetik. Tersangka diketahui membelanjakan uang palsu dengan nilai Rp 200 ribu untuk membeli sayuran di Pasar Guntur, Demak.

Wakapolres Demak Kompol Johan Valentino Namuru dalam keterangan persnya menyampaikan, bahwa tersangka sempat membeli sayuran kacang panjang seharga Rp 4 ribu dengan menggunakan uang palsu senilai Rp 100 ribu dan mendapat uang kembalian Rp 96 ribu.

“Tersangka selanjutnya membeli kelapa muda. Kemudian pedagang yang curiga meneriakinya, warga kemudian mengamankan pelaku dan menyerahkan ke Polsek Guntur,” jelas Johan saat menggelar konferensi pers di Mapolres Demak, Jawa Tengah, Selasa (13/4).

Ia menambahkan, setelah tersangka diamankan kemudian dilakukan penyelidikan berikut barang bukti berupa uang dari pelaku yang ternyata memang bukan uang asli alias palsu.

“Kalau dipegang jelas ini uang palsu. Kualitas kertas bahannya tipis dan warnanya tidak cerah,” kata Kompol Johan Valentino Namuru, menjelaskan kepada awak media.

Dari hasil pengakuannya tersangka, sambungnya, uang palsu tersebut didapatkan dari salah satu pelanggannya yang membeli kosmetik miliknya dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD). “Ini masih kita dalami apa memang benar dari hasil COD atau jaringan yang lain,” ungkap Wakapolres Demak itu.

Dijelaskan oleh Kompol Johan akibat perbuatannya, tersangka bakal dijerat pasal 36 ayat (3) junto pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam bertransaksi uang apalagi menjelang lebaran. “Apabila menemukan orang-orang yang mengedarkan uang palsu segera laporkan,” imbuhnya.

Sementara itu, tersangka G mengaku tidak tahu-menahu kalau uang yang ia belanjakan adalah uang palsu. Menurut pengakuan G uang itu didapat dari COD hasil jualan kosmetik dari salah satu konsumennya. “Karena tidak punya uang lagi, uang dari hasil jualan COD itu dibelanjakan,” pungkasnya. (Endang M/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *