Kajian Ramadhan: Catatan Sang Da’i (Hari ke 5)

Oleh: Kyai Uyad al-Bantani

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Saudaraku,

Bukanlah orang yangg paling beruntung itu ada pada mereka yang memiliki harta.

Kalaulah keberuntungan itu ada pada harta, maka niscaya yang paling beruntung adalah Qarun. Kalaulah keberuntungan itu ada pada jabatan, maka yang paling beruntung adalah Fir’aun’.

Keberuntungan ada tatkala Allah berikan kepada kita iman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat An-Nahl, pada ayat ke-97:

‎مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ (النحل: ٩٧)
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia dan di akhirat) dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl [16]: 97)

Betapa berharganya keyakinan kepada Allah bagi kita sebagai hamba Allah. Maka orang-orang yang beruntung sesungguhnya orang yg didalam hatinya membawa keyakinan kepada Allah SWT dan Rosulnya.

Iman yang sesungguh-sungguhnya yang menyakini setiap takdir Allah adalah yang terbaik untuk Nya.

Hidayah iman adalah harta yang paling tertinggi untuk kita sebagai hamba Allah. Merasakan nikmatnya dekat dengan Allah adalah suatu anugrah yang terindah dalam kehidupan kita.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 5 Ramadhan 1442 H/Jumat, 17 April 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *