Kajian Ramadhan: Catatan Sang Da’i (Hari ke 12)

Oleh: Kyai Uyad al-Bantani

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Saudaraku yang baik,
Hidup hanya sebentar, maka lakukan yang terbaik, nikmati tiap waktu dengan selalu bersyukur atas segala yang ada.

Jangan terlalu bergantung pada orang-lain, karena bayangan kita sendiri saja (dapat) meninggalkan kita saat kita ada di kegelapan. Berbicaralah menggunakan hati dan dengan cara yang baik.

Sertakan Allah dalam setiap gerak langkah kita. Jangan pernah tinggalkan Allah, baik kita dalam keadaan senang maunpun dalam keadaan terpuruk dan jadikan hati kita sebuah samudera yang luas. Sehingga kesempitan hidup tak pernah mempengaruhi keimanan kita.

Cukuplah Allah sebagai tempat sandaran kita dan penolong kita, sehingga kita mampu menjalani sisa kehidupan kita terkawal akan iman di hati.

Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maulana Waanikman Nashir.
“Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kita, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kita”.

Bentuk dan rasa tawakal kita kepada Allah dengan sepenuhnya menyerahkan diri kepada Allah.
Semoga menjelang akhir ramadhan ini kita selalu dalam dekapan kasih sayang Allah SWT, Aamiin ya Rabb’al Alamin.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Wabillahi taufik wal hidayah,
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jakarta, 12 Ramadhan 1442 H/Sabtu, 24 April 2021.

*foto: Ist./Ilsutrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *