Kajian Ramadhan: Catatan Sang Da’i (Hari ke 24)

Oleh: Kyai Uyad al-Bantani

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Wahai insan Pilihan Allah,

Iman adalah sumber kekuatan. Seseorang yang beriman tidak bersandar kepada siapa pun kecuali Tuhannya. Kekuatan itu tak berasal dari mana pun selain dari-Nya. Manakala seorang manusia bertawakal kepada Allah, maka cukup Dia yang menjadi wakilnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun menerangkan:
“Barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya”. (Al-Thalaq: 3)

Allah pula penolongnya, dan dia tidak akan dikalahkan oleh seorang pun.
“Jika Allah menolong kalian, maka kalian tak terkalahkan, dan tak terhina. Siapa lagi yang menolong kalian setelah Dia? Dan hanya kepada Allah orang-orang beriman bertawakal.” (Ali Imran: 160).

Iman itu lembut, tidaklah kekerasan menjadi bagian dari keimanan seseorang. Umar bin khatab adalah manusia yang paling keji dan keras yang pernah ada di dunia sebelum ia beriman kepada Allah dan Rasulnya.

Tetapi setelah Umar mengimani Allah dan Muhammad sebagai rasulnya, Umar adalah manusia yang penuh dengan kelembutan. Sesorang yang memiliki keimanan pasti membawa dua panji dalam kehidupannya, yaitu kekuatan dan kelembutan.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Wabillahi taufik wal hidayah,
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jakarta, 24 Ramadhan 1442 H/Rabu, 6 Mei 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *