Polres Demak Lakukan Penyekatan, Tidak Miliki STRP Surat Vaksin dan Swab Harus Putar Balik

Demak, Patroli-
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat juga diberlakukan di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Polres Demak kembali menggelar penyekatan di pertigaan Bogorame Jalan Sultan Fatah pada Kamis (15/7).

Penyekatan jalan oleh pihak Polres Demak dibagi dalam tiga jalur, yang meliputi lajur kiri untuk kendaraan bermotor, lajur tengah untuk kendaraan sektor esensial dan sektor kritikal. Sedangkan lajur kanan untuk mobil pribadi.

Kasatlantas Polres Demak AKP Fandy Setiawan mengatakan, para petugas memeriksa kelengkapan surat-surat bagi para pengguna jalan, diantaranya adalah Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), surat keterangan vaksin, serta swab antigen.

“Tidak bisa menunjukan surat surat kelengkapan seperti STRP, surat vaksin dan swab, maka harus putar balik. Kalau kendaraan pribadi langsung kita putar balik,” ujarnya kepada awak media di Demak, Jawa Tengah, Kamis (15/7).

Menurut Fandy, STRP sudah mulai diberlakukan mulai hari ini selama PPKM Darurat. Pemberlakukan penyekatan dengan dasar adanya STRP dari sektor kritical maupun sektor esensial, baik dari lokal Demak maupun dari kabupaten atau provinsi lainnya.

“Tidak ada alasan bagi masyarakat lokal maupun dari luar daerah, harus membawa STRP. Bisa menunjukan STRP tapi tidak membawa surat vaksin dan swab antigen, tetap kita minta putar balik,” tegasnya.

Disebutkan oleh AKP Fandy Setiawan, bahwa pemberlakuan STRP sudah disosialisasikan kepada perusahaan-perusahaan di Kabupaten Demak, baik itu sektor industri, perbankan dan lainnya. Sedangkan di Kabupaten Demak sendiri terdapat 55 sektor kritikal dan 44 sektor esensial.

“Hanya 99 sektor inilah yang bisa mendapatkan STRP, selebihnya tidak boleh melaksanakan mobilitas. Kecuali ada hal-hal yang sangat darurat,” imbuhnya. (End/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *