Garut Dapat Alokasi Tambahan 54 Tibu Tabung Gas Melon LPG 3 Kilogram

Garut, Patroli-
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Garut, Jawa Barat, segera dapatkan pasokan baru gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram hingga 54 ribu tabung guna mengantisipasi dan menyesuaikan bertambahnya kebutuhan masyarakat.

Juru Bicara (Jubir) Hiswana Migas Garut Evi Hartaz Alvian kepada awak media menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya telah menambah lagi jumlah agen pemasok tabung gas di wilayah yang terkenal dengan industri kerajinan kulit tersebut.

“Informasinya ada 6 agen baru, artinya ada nilai plus untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Evi, di sela-sela kegiatan vaksinasi massal bagi rekanan Pertamina MOR III Jawa Barat, di Kantor Hiswana Migas Garut, Jumat (16/7).

Dirinya juga menyampaikan, bahwa dalam teknisnya para agen baru tersebut nantinya akan mendapatkan jatah hingga sebanyak 9 ribu tabung dari Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III Jawa Barat.

“Sehingga total penambahan yang akan diberikan Pertamina MOR III Jawa Barat berkisar sekitar 54 ribu. Kalikan saja enam agen dengan jatah tiap agen yang akan diberikan,” ujarnya.

Dengan pasokan tambahan itu, sambung Evi, bakal menggenapi jatah 1,7 juta tabung gas melon per tahun yang selama ini menjadi kebutuhan resmi untuk kebutuhan di wilayah Kabupaten Garut.

“Dari pihak pertamina sudah melakukan supervisi terhadap pembangunan-pembangunan agennya. Dari Selatan ada, Garut tengah ada, Garut utara ada,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa saat ini total ada sekitar 1.300 pangkalan dan 35 agen LPG subsidi resmi Pertamina di wilayah Kabupaten Garut yang tersebar hingga seluruh desa.

Sementara khusus untuk menghadapi Idul Adha dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 lanjutan, Evi menambahkan, lembaganya telah menyiapkan jumlah pengajuan ekstra dropping.

“Untuk saat ini pengajuan ekstra dropping dari pemerintah Garut melalui Indag memang belum ada, tapi biasanya dari Pertamina suka langsung dikasih ekstra dropping,” jelas Jubir Hiswana Migas Garut itu.

Menurutnya berdasarkan pengalaman, total pengajuan droping berkisar antara 5-10 persen dari alokasi harian sebanyak 65 ribu tabung yang diberikan pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Garut.

“Pengajuan ekstra dropping biasanya berlaku seminggu sebelum dan sesudahnya,” tutup Evi Hartaz Alvian. (Ujang S/Foto: Ist./Ilustrasi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *