PN Jaksel Kembali Menangkan BANI Pada Perkara Pembatalan Putusan Arbitrase

Jakarta, Patroli-
Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) memenangkan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dalam perkara permohonan pembatalan putusan arbitrase yang kali ini diajukan oleh PT Asia Pasific Mining Resources (APMR).

Putusan atas perkara yang teregister dalam Nomor 622/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Sel itu diketok palu pada hari Senin (27/9). 

Kuasa Hukum BANI, Aria DN Atmadja dan Kamil Zacky Permandha saat ditemui di PN Jaksel menuturkan bahwa perkara ini berawal dari adanya permohonan arbitrase yang diajukan oleh PT APMR bersama-sama dengan Tomas Azali dan Ruskin terhadap PT Aserra Mineralindo Investama (AMI).

“Terkait pelaksanaan Perjanjian Pemegang Saham dimana PT AMI memberikan bantuan modal kerja kepada PT APMR melalui anak perusahaan PT APMR,” ujar Aria, kepada awak media di Jakarta, Senin (27/9).

Dalam proses arbitrase, sambungnya, arbiter tunggal BANI yang ditunjuk kemudian menolak permohonan arbitrase PT APMR namun mengabulkan sebagian tuntutan balik (rekonvensi) yang dilayangkan oleh PT AMI.

“PT APMR yang tidak terima atas putusan tersebut kemudian mengajukan permohonan pembatalan putusan arbitrase di PN Jaksel dengan dalih adanya tipu muslihat serta persekongkolan antara arbiter BANI dengan PT AMI,” terang Aria DN Atmadja.

Pengacara muda itu berpendapat bahwa PN Jaksel yang telah menolak permohonan pembatalan putusan arbitrase PT APMR telah tepat.

Dirinya mengungkapkan, keberatan atas putusan arbitrase sangat sering ditemui, karena pada umumnya pemohon menggunakan alasan-alasan yang terkesan mengada-ada hingga muncul dugaan adanya tipu muslihat dan lain sebagainya.

“Padahal yang sebenarnya terjadi adalah pemohon hanya keberatan dengan isi pertimbangan hukum yang diberikan arbiter. Hal ini jelas tidak boleh karena sifat putusan arbitrase itu final dan mengikat sehingga tidak ada lembaga banding pada putusan arbitrase,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pengacara Kamil Zacky Permandha juga menambahkan bahwa putusan-putusan pengadilan yang menolak permohonan pembatalan putusan arbitrase berdampak positif bagi iklim investasi.

Dengan demikian, kata Kamil menggarisbawahi, apabila sudah diperjanjikan menggunakan arbitrase sebagai forum penyelesaian sengketa dalam kontraknya maka harus dihormati dan dipatuhi oleh para pihak.

“Semua pihak harus menghormati dan menjalankan isi putusan arbitrase, apapun hasilnya dengan itikad baik,” pungkasnya. (Ags/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *