March 4, 2024

Main Angklung 560 Orang, Komunitas Lansia di Jakarta Tembus Rekor MURI

Jakarta, Patroli-
Sebanyak 560 lanjut usia (lansia) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU) DKI Jakarta memainkan alat musik angklung sehingga berhasil menembus penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), di Lapangan Banteng Gambir Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (20/11) lalu.

Ketua FKLU Kebayoran Baru Jaksel Maria Ulfani mengatakan, bahwa acara bermain angklung masal hari itu juga sekaligus memperingati Hari Angklung se Dunia yang jatuh pada tanggal 16 November.

“Alhamdulillah kami berhasil mendapat rekor MURI, hasil dari kerja keras berupa latihan dengan tekun dan tentunya karena partsisipasi dari 560 lansia se Jakarta,” ujarnya di Jakarta, Selasa (20/12).

Ketua FKLU Kebayoran Baru Jaksel Hj. Maria Ulfani. (Foto: Istimewa)

Menurut wanita yang akrab disapa Nani Nukman, pihaknya sangat merasa antusian dan bersemangat walaupun bermain di bawah cuaca yang terik dan kostum yang sederhana namun kegiatan tersebut merupakan wadah untuk silahturahmi dan tampil bersama.

“Kami tetap happy dan harus happy sehingga kami tetap sehat. Alhamdulillah, dukungan dari dinas sosial dari dinas kesehatan sangat membantu. Juga Alhamdulillah ada teman yang membuka jalan untuk kita mendapat rekor MURI langsung dari Bapak Jaya Suprana dan menjadi kebanggaan bagi kami,” tuturnya.

Kedepannya Nani berharap pihaknya bersama FKLU lainnya dapat terus berkontribusi bagi seluruh lansia khususnya di DKI Jakarta dan ditahun berikutnya dapat melakukan terobosan yang lebih besar lagi.

“Terima kasih semoga kedepannya kami khususnya happy-happy yang ada di Kebayoran Baru dan Jakarta Selatan akan berkontribusi bersama teman-teman yang lain sehingga kita juga dapat melaksanakan lagi untuk tahun 2023. Kami mohon doa restunya,” tutupnya.

Bisa Go Internasional

Senanda dengan Nani Nukman, Pemerhati Budaya sekaligus anggota grup Happy-Happy Sri Herawati menambahkan, mendapat rekor MURI bagi lansia 55 tahun keatas merupakan suatu kebanggaan.

Menurut Hera prestasi yang ditorehkan grup angklung yang kerap berlatih di rumahnya di Jalan Sambas Jaksel tersebut bisa dijadikan kebanggan bagi generasi mendatang. “Saya sangat bangga sekali dan ini menjadi kebanggaan sampai ke anak cucu,” ujarnya.

Pemerhati Budaya Hj. Sri Herawati, SH.,MH. (Foto: Istimewa)

Kedepannya Sri Herawati berharap grup angklung Happy-Happy yang tergabung di FKLU Kabayoran Baru Jaksel selain bisa mendapatkan rekor MURI untuk kedepannya juga bisa mampu tembus go internasional.

“Mudah-mudahan berikutnya kita berhasil untuk go internasional, karena permainan tradisional ini sangat membanggakan bukan untuk para lansia tapi juga untuk semua kalangan dan keindahan alat musik angklung ini sudah diterima hampir di seluruh dunia,” imbuhnya.

Target Tembus Rekor MURI 1500 Orang

Sementara itu Pelatih grup kesenian angklung Happy-Happy yang sekaligus pelatih FKLU Kebayoran Baru Jaksel Mugi Pangestu mengaku senang karena cita-citanya untuk menembus rekor MURI akhirnya bisa terwujud.

“Sedari awal memang sudah ditargetkan. Alhamdulillah terwujud walaupun pesertanya baru sekitar 500 an,” tuturnya kepada awak media di Jakarta, Selasa (20/12).

Dirinya juga menceritakan saat berkomunikasi dengan pihak MURI awalnya meyampaikan bahwa di Jakarta ada pemain angklung tapi khusus untuk para lansia dan ini lain daripada biasanya.

“Lansia main angklung kan terbilang sangat sulit, metodenya pun harus berbeda yaitu dengan metode hand sign. Juga disamping itu para lansia tersebut harus sehat, harus dapat melihat dari jarak jauh dan daya ingatnya pun harus kuat. Mereka pun lansia yang mandiri, bukan yang didampingi asisten,” terangnya.

Pelatih FKLU Kebayoran Baru Jaksel Mugi Pangestu, S.Psi. (Foto: Istimewa)

Mugi menjelaskan kesulitan jika metode yang dipakai untuk melatih para lansia adalah yang umum atau biasa digunakan. Menurutnya hal itu akan membuat para lansia cepat bosan maka harus disiasati dengan metode yang berbeda.

“Dengan metode yang saya tekuni Alhamdulillah bisa efektif dan berkembang sangat pesat di Jakarta ini. Kalau dihitung-hitung hasilnya sudah ada hampir 50 grup. Dan yang kemarin ikut hadir di acara MURI baru sekitar 20 grup,” jelasnya.

Oleh dari itu, Mugi sangat yakin potensi dari lansia-lansia tersebut dalam bermain angklung semakin tumbuh dan menyebar. Dirinya pun berharap para lansia yang tergabung di FKLU kondisinya terus sehat dan terus berkembang.

“Harapan saya tahun depan kita bisa pecahkan lagi rekornya. Mudah-mudahan kita semua bisa berkumpul di tahun 2023 di Hari Angklung tanggal 16 November 2023. Ini baru permulaan kemarin baru 500, semoga tahun depan bisa 1500 orang,” tandasnya.

Lebih lanjut Mugi Pangestu juga mengemukakan, bahwa jika kegiatan ini adalah sesuatu yang positif ia berharap apa yang diperjuangkannya tersebut bisa ditanggapi dengan positif oleh pihak pemerintah.

“Bisa dijadikan program misalkan kampanye kesehatan, kampanye kebudayaan, atau kampanye kemanusiaan dan juga bisa ditularkan ke negara lain,” kata Pelatih Angklung FKLU Kebayoran Baru Jaksel itu.

Dirinya pun juga berandai-andai apabila pemerintah dapat mempercayakan grup angklung Happy-Happy menjadi ambasador atau duta angklung, hal tersebut bisa menjadi kampanye kegiatan positif lansia di Jakarta.

“Harapannya semua bisa terinsiparasi dan otomatis kesenian angkung ini pun terangkat. Kan jadi keren tuh ada budaya Indonesia asli dimainkan di luar negeri, kemudian kampanye angklung ini bisa tersebar ke seluruh dunia,” tutupnya. (Fy/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *