Cegah Paham Radikal, Polres Demak Gelar FGD Dihadiri Tim Div Humas Polri

Demak, Patroli-
Dalam rangka pencegahan penanggulangan paham radikal dan terorisme, Polres Demak menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Pondok Pesantren Langgar Wali, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (22/4).

Dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, kegiatan silaturahmi dan diskusi kontra radikal diikuti oleh pengasuk Ponpes Langgar Wali KH Akromul Hadi Masrukan serta para pengurus dan alumni Ponpes Langgar Wali.

FGD yang digelar Polres Demak di Pondok Pesantren Langgar Wali, Desa Jogoloyo, Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, Kamis (22/4). (Foto: ist.)

Selain itu hadir dalam FGD kali ini, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Kasubag Berita Bag Penum Divhumas Polri AKBP Gatot Hendro Hartono, Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama, beserta pejabat utama Polres Demak, dan Ustadz Najib Arromadhoni sebagai narasumber.

Kedatangan Tim Divisi Humas Polri di Jawa Tengah, khususnya di Demak ini adalah dalam rangka melihat secara langsung kegiatan kontra radikal yang diselenggarakan oleh Polres Demak.

Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan, bahwa diskusi ini berfokus pada memerangi terorisme dan mencegah paham radikalisme masuk ke Indonesia, khususnya di Demak Jawa Tengah.

Kombes Pol Ahmad juga mengungkapkan bahwa Kegiatan FGD ini digelar bertujuan untuk memberikan ketahanan terhadap paham-paham radikal yang merupakan bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia,.

“Program kontra radikal adalah program untuk membentengi diri dari paham – paham radikal ke dalam masyarakat. Kita pahami bahwa kelompok terorisme saat ini masuk melalui jalur pendidikan termasuk Ponpes, walaupun Ponpes Langgar wali tidak ada santri yang terpapar paham radikal namun kita harus tetap memperkokoh agar paham radikal tidak masuk di Ponpes Langgar wali,” ungkapnya.

Sementara Ustadz Najib mengatakan, Ponpes Langgar Wali seperti ini harus menjadi vaksin dari aliran-aliran radikalisme yang sudah berkembang di Indonesia.

“Mari bersama-sama dalam memerangi paham – paham radikalisme yang dapat memecah belah bangsa dan negara. Dulu para pendahulu kita melawan belanda dan sekarang kita melawan akidah akidah yang mentang aturan negara,” pungkas. (Endang/DD/Foto: Ist.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *