Diduga Bayar Upeti, Truk Angkut Tanah Bebas Melintas Diluar Aturan Jam Operasional

Tangerang, Patroli-
Beberapa armada truk pengangkut tanah tampak hilir mudik dengan bebas melintasi jalan di kawasan Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten.

Truk-truk tersebut tampak melintas di siang hari, padahal pemerintah setempat telah mengeluarkan aturan larangan untuk kendaraan angkutan barang diluar jam yang diperbolehkan, yaitu sejak pukul 10 malam sampai dengan jam 5 pagi.

Menurut informasi yang didapat dari masyarakat sekitar, beberapa kendaraan jenis dump truk tersebut diketahui keluar masuk kawasan industri PT M yang berada di wilayah Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten.

“Sudah sepekan belakangan, truk-truk pengangkut tanah itu hilir mudik sekitar jam-jam siang,” ujar seorang warga di Tangerang yang tidak ingin disebutkan namanya, Jumat (1/10).

Dalam pantauan awak media di Tangerang, Banten, semenjak hari Minggu (26/9) tampak beberapa armada truk pengangkut tanah melintas bebas memasuki kawasan industri PT M yang diduga sedang melakukan pekerjaan pengurugan tanah.

Terpisah, seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa kegiatan pengurugan yang dilakukan PT M sudah berlangsung lebih dari waktu sebulan.

“Sudah berlangsung kurang lebih sekitar dua bulanan dan memang ada yang mengkoordinasi setiap individu ada yang memegang 15 unit dump truk tanah,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya armada truk pengangkut tanah bisa bebas leluasa berlalulalang di siang hari karena diduga adanya pembayaran upeti atau uang koordinasi kepada sesorang yang diduga oknum.

“Bebasnya dump truk tanah melintas di jalan raya tersebut berdasarkan sudah adanya upeti atau uang koordinasi kepada oknum sebesar Rp 50 juta, dan uang sebesar itu seharusnya sudah masuk kategori pemerasan,” tukasnya.

Dirinya juga menyayangkan atas adanya dugaan peristiwa tersebut sejauh ini belum ada pihak terkait yang melakukan tindakan tegas ataupun upaya penegakan hukum.

“Semoga ada tindakan dari aparat atau instansi terkait. Juga yang patut dipertanyakan kegiatan pengurugan tersebut apakah sudah mengantongi ijin, misalkan ijin prinsip (IP) dan ijin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dari pemerintah,” imbuhnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Jayanti, Rebo Muhidin mengatakan bahwa terkait peristiwa bebasnya truk pengangkut tanah berlalulalang pada siang hari, menurutnya patut dilihat dari aturan pemerintah yang berlaku.

Dirinya mencontohkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perbup Nomor 46 Tahun 2018 yang mengatur pembatasan waktu operasional mobil barang pada ruas jalan di wilayah kabupaten Tangerang, Banten.

“Pembatasan waktu operasional kendaraan angkutan barang seperti, tanah, batu dan pasir jam operasionalnya dimulai pada pukul 22:00 WIB sampai pukul 05:00 WIB,” tutup Rebo. (Syuhada/Foto: Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *