Dituding Anaknya Gelar Pesta Meriah di Masa Pandemi, Bupati Garut: Kabar Berlebihan dan Menyesatkan

Garut, Patroli-
Beberapa hari belakangan, masyarakat Garut dihebohkan dengan viralnya video pesta perayaan ulang tahun anak Bupati Garut Rudy Gunawan, di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (30/9).

Dari tayangan video yang beredar di media sosial (medsos) tersebut tampak situasi beberapa orang berkerumun sedang berjoget diiringi musik dengan latar beberapa meja dan bangku serta peralatan makan.

Tampak dalam video diantaranya adalah istri Bupati Garut Diah Kurniasari yang sedang ‘menyawer’ dan beberapa orang-orang yang hadir terlihat memperebutkan uang saweran tersebut.

Hal itu sontak mengundang berbagai reaksi dan komentar dari kalangan tokoh dan masyarakat, hingga adanya dugaan telah terjadi pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Tanggapan kritis datang dari Ketua Garut Governance Watch (GGW) Agus Sugandhi yang menganggap kejadian tersebut merupakan contoh tak baik terhadap masyarakat.

“Tentu sangat disesalkan adanya kegiatan perayaan ulang tahun salah satu anak Bupati Garut yang berlangsung tadi malam di lingkungan pendopo Pamengkang Garut,” kata Agus Sugandhi, di Garut, Jawa Barat, Jumat (1/10).

Menurutnya aksi lempar-lempar uang atau sawer tersebut sangat tak pantas dilakukan, terlebih di saat pandemi Covid-19 sekarang ini sebagian besar masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Kami juga menyoroti aksi lempar-lempar uang atau sawer yang dilakukan istri Bupati Garut yang tentunya dinilai kurang pantas dilakukan di tengah banyaknya masyarakat yang kesulitan ekonomi yang dampak Covid-19,” tukas Gandhi.

Ia sangat menyayangkan kejadian tersebut, padahal sejauh ini petugas Satgas Covid-19 begitu gencar bahkan terkesan represif menindak pelanggaran prokes yang dilakukan masyarakat oleh umum.

“Orang di jalanan atau para pengendara saja dirazia petugas apabila mereka tak menggunakan masker. Ini malah banyak orang yang berkumpul di dalam acara pesta dan kebanyakan tak menggunakan masker,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan menanggapi isu terkait pesta ulang tahun anak saat Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 dengan menyampaikan bahwa ini merupakan kabar yang berlebihan dan menyesatkan.

Dilansir portal berita hariangarutnews, Minggu (3/10), dirinya selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Garut menyatakan bersedia untuk merekontruksikan bersama beberapa pihak yang hadir dalam acara itu.

“Saya minta untuk merekontruksinya dengan melibatkan semua yang hadir, termasuk wartawan yang hadir, tukang nasi goreng gerobak dan kambing gulingnya,” kata Rudy Gunawan, kepada awak media di Garut, Jawa Barat, Sabtu (2/10).

Pada saat anaknya berulang tahun pada tanggal 30 September 2021, sambung Rudy, ada pemotongan kue dan makan kambing guling dengan nasi goreng gerobak yang dipesan dan dibawa dari Jalan Jenderal Ahmad Yani, Garut.

“Yang hadir kurang lebih 30 orang, yaitu teman pemain basket dan teman kelasnya. Adapun saweran yang dilakukan Ibu Diah jumlahnya satu juta rupiah pecahan sepuluh ribuan, itu dari kado. Tidak ada orgen, tidak ada pesta, musiknya pun dari memori HP. Jadi pertanyaan meriahnya seperti apa?,” tegas Bupati Garut itu.

Untuk itu, sambung Rudy, dirinya selaku Ketua Satgas menyatakan bahwa isu dan berita itu menyesatkan. Diakuinya memang banyak orang yang ada di pendopo saat itu termasuk pihak media juga hadir kurang lebih 20 orang, karena ada agenda pertemuan di Pamengkang Garut.

“Biar semuanya terang benderang saya minta Satpol PP dan Polisi sebagai satgas penegak prokes untuk merekontruksikan kejadian hari itu dengan melibatkan semua yang hadir saat itu termasuk rekan wartawan yang ada waktu itu,” imbuhnya. (Ujang/Foto: Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *