Dirregident Korlantas Polri: Peralihan Plat Kendaraan Hitam ke Putih Miliki Banyak Manfaat

Jakarta, Patroli-
Peralihan pelat hitam ke putih akan memiliki manfaat yang banyak bagi masyarakat, diantaranya mendukung sistem tilang Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) berbasis kamera hingga parkir elektronik.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Regident Korps Lalu Lintas (Dirregident Korlantas) Polri Brigjen Yusri Yunus, di Gedung National Traffic Management Center (NTMC) Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/1).

Menurutnya tahun 2022 ini akan ada perubahan pelat dasar hitam tulisan putih menjadi pelat dasar putih dengan tulisan hitam sesuai dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 07 Tahun 2021.

“Kita gunakan pelat putih kedepannya agar Automatic Number-Plate Recognition (ANPR) yang ada di dalam E-TLE bisa menyorot secara tepat tanpa ada kesalahan. Karena hasil penelitian ANPR ini lebih mengenal kepada yang dasarnya putih tulisan hitam,” ujarnya.

Dirinya juga membenarkan adanya penggunaan chip berteknologi Radio Frequency Identification (RFID). Chip tersebut memiliki banyak kegunaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Chip tersebut memang benar akan ada kedepannya, apalagi sekarang sudah revolusi 4.0. Chip ini memiliki kegunaan yang banyak sekali,” ungkap Yusri, dilansir portal humaspolri.go.id, Jumat (21/1).

Nantinya, ia menambahkan, chip ini memuat data kendaraan pribadi. Ada data penindakan bukti pelanggaran dan sebagainya. Kemudian bisa digunakan untuk E-Tol dan parkir elektronik.

Terakhir, Yusri menyampaikan pihaknya akan berkolaborasi dengan pihak tol untuk E-Tol. Jika nantinya kendaraan ingin masuk tol namun jenis kendaraan dan platnya tidak sesuai, maka gerbang tol pun tidak akan terbuka.

“Dan ini semua tanpa membebani masyarakat, tanpa ada biaya-biaya. Kami meminta dukungan sambil kita jalan pelan-pelan tahun ini untuk sosialisasi,” pungkasnya.

Korlantas Polri mencanangkan peralihan pelat kendaraan dengan berbasis penggunaan RFID. Penggunaan RFID pada pelat nomor bukan merupakan hal baru di beberapa negara maju.

Sistem ini dianggap tepat karena dapat terintegrasi dengan sistem lain, diantaranya untuk pembayaran parkir, tol, sampai dengan memantau pelanggaran pengemudi. (Red/Ags/Foto: Ist./Humas Polri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.