PeristiwaPolitik

Ditjen Badilum Tindak Cepat Kasus Kebakaran Rumah Hakim PN Medan

Jakarta – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum) merespons cepat peristiwa kebakaran rumah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaru Waruwu, yang terjadi pada Selasa (4/11).

Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut.

Ketua PN Medan Mardison menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kapolres dan Hakim Khamozaru telah meninjau langsung lokasi kebakaran.

“Pada hari ini (6/11) pukul 10.30 WIB, kami bersama Kapolres dan Kapolsek juga akan menemui Kapolda Sumatera Utara,” ujarnya, dilansir portal Dandapala, Kamis (6/11).

Menindaklanjuti kejadian itu, Ditjen Badilum segera meminta Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Medan untuk berkoordinasi cepat dengan seluruh pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan yudisial.

Kapolda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan pun telah mengambil langkah cepat dengan memeriksa 14 orang saksi terkait insiden tersebut. Kepolisian juga memastikan pengamanan bagi Hakim Khamozaru Waruwu dan keluarganya secara terbuka maupun tertutup.

Selain koordinasi dengan aparat penegak hukum, Ditjen Badilum juga meminta PN Medan berkoordinasi dengan Komisi Yudisial (KY) yang telah menugaskan tim untuk mengumpulkan data dan keterangan terkait peristiwa ini.

Sebagai bentuk kepedulian, Ditjen Badilum menyalurkan bantuan dana kemanusiaan untuk Hakim Khamozaru Waruwu melalui PT Medan.

Bantuan ini berasal dari Himpunan Dana Peduli Bencana Warga Peradilan Umum, serta dukungan dari PP IKAHI (Ikatan Hakim Indonesia) dan PD IKAHI Wilayah Sumut.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PT Medan H. Siswandriyono, didampingi Wakil Ketua, Hakim Tinggi, Sekretaris PT Medan, dan Wakil Ketua PN Medan, di Kantor PT Medan, Kamis (6/11).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan tertulis Hakim Khamozaru Waruwu, rumahnya dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi.

“Orang terakhir yang keluar adalah istri saya sekitar pukul 10.00 WIB untuk pelayanan di gereja, sehingga rumah tidak berpenghuni,” jelasnya.

Sekitar pukul 10.40 WIB, ia menerima telepon dari tetangga yang memberi tahu bahwa rumahnya terbakar.

“Saya segera menutup persidangan dan bergegas ke rumah. Api telah dipadamkan oleh petugas, namun kamar utama hangus terbakar, termasuk seluruh dokumen dan barang berharga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian, dirinya sempat menerima panggilan dari nomor tidak dikenal yang mengaku berasal dari Polda Riau dan Polres Dumai.

“Mereka meminta saya datang untuk klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan KTP lama saya di Dumai,” ungkapnya.

Hakim Khamozaru berharap kejadian ini menjadi perhatian bagi peningkatan pengamanan terhadap para hakim serta dukungan moral dari seluruh rekan seprofesi.

Ditjen Badilum menegaskan akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan memastikan perlindungan bagi seluruh aparatur peradilan yang menjalankan tugasnya.

“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengamanan, solidaritas, dan dukungan terhadap hakim yang bekerja menjaga integritas dan keadilan,” demikian pernyataan Ditjen Badilum. (Nix/Foto: Ist.)


Discover more from patrolliborgol.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from patrolliborgol.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading