Polda Jabar Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi Jaringan Internasional
Bandung – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil membongkar sindikat perdagangan bayi jaringan internasional yang telah beroperasi sejak tahun 2023.
Dilansir portal Humas Polri, Rabu (16/7), dari pengungkapan kasus ini, sebanyak enam balita berhasil diselamatkan.
Kepala Bidang (Kabis) Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, bahwa lima balita di antaranya baru saja tiba di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jabar dari Pontianak setelah menempuh perjalanan melalui Cengkareng.
Sementara itu, satu balita lainnya diamankan dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
Menurut Kombes Pol Hendra, dalam operasi ini polisi juga menangkap 12 tersangka yang diduga telah memperdagangkan sekitar 24 bayi. Para tersangka memiliki peran berbeda dalam sindikat tersebut.
“Ada yang berperan sebagai perekrut bayi sejak dalam kandungan, ada yang bertugas merawat dan menampung bayi, hingga membuat dokumen identitas palsu seperti akta kelahiran dan paspor. Mereka juga terlibat dalam proses pengiriman bayi yang rencananya akan dikirim ke Singapura,” jelasnya, Selasa (15/7).
Para tersangka ditangkap bersama barang bukti berupa dokumen identitas, paspor, dan surat-surat kepemilikan palsu terkait korban.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar menambahkan, dari 12 tersangka, salah satunya berinisial SH/LSH.
Ia merinci bahwa lima bayi berhasil diamankan di Pontianak yang rencananya akan dikirim ke Singapura dengan dokumen palsu yang sudah disiapkan.
“Kemudian satu korban bayi juga kami amankan di Tangerang empat hari lalu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dirreskrimum menekankan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus ini.
Kerja sama juga dilakukan dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menelusuri jaringan lintas negara.
Kasus ini sendiri bermula dari laporan salah satu orang tua terkait dugaan penculikan anak. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa terdapat sekitar 24 bayi yang diduga menjadi korban perdagangan, dengan enam di antaranya berhasil diselamatkan sejauh ini. (Ags/Foto: Ist./Humas)
Discover more from patrolliborgol.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

