Hiburan

Angklung Semarakkan Tokyo, Mahasiswa Jepang Langsung Bisa Mainkan dan Nyanyi Bareng

Jakarta – Tidak ada batas bahasa ketika budaya berbicara. Pesan itulah yang terasa kuat saat puluhan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Toyo, Tokyo, Jepang, memegang angklung untuk pertama kalinya pada 4 Juni 2026.

Dalam waktu singkat, mereka bukan hanya mampu memainkan alat musik tradisional khas Jawa Barat tersebut, tetapi juga ikut bernyanyi bersama dalam suasana penuh kegembiraan dan persahabatan.

Momen bersejarah itu dihadirkan oleh Perkumpulan Angklung Mawar Merah Putih Indonesia (MMPI) yang tengah menjalankan misi diplomasi budaya Indonesia melalui workshop dan pertunjukan angklung di Negeri Sakura.

Di ruang kampus yang semula dipenuhi rasa penasaran, perlahan tercipta harmoni yang menyatukan dua bangsa. Denting bambu angklung yang dimainkan bersama menjadi bahasa universal yang melampaui perbedaan negara, budaya, dan bahasa.

Foto: Ist./Dok.
Foto: Ist./Dok.

Ketua MMPI, Dr. Hj. Sri Herawati, S.H., M.H., mengaku terharu melihat antusiasme para mahasiswa Jepang yang begitu serius mempelajari warisan budaya Indonesia tersebut.

“Mereka benar-benar ingin belajar. Antusias sekali. Tidak butuh waktu lama untuk bisa memainkan angklung. Saat saya menyanyikan lagu Okina Kurino, mereka langsung mengikuti dan bernyanyi bersama,” ujar Sri Herawati kepada awak media di Jakarta, Rabu (10/6).

Foto: Ist./Dok.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Hera itu mengatakan, kegiatan di Universitas Toyo merupakan bagian dari program workshop budaya yang bertujuan memperkenalkan sekaligus mengajarkan teknik bermain angklung kepada masyarakat internasional.

Menurutnya, sambutan yang diberikan pihak kampus dan masyarakat Jepang menunjukkan bahwa angklung telah dikenal luas sebagai salah satu identitas budaya Indonesia yang mendunia.

“Alhamdulillah, mahasiswa dan masyarakat di sana menerima kami dengan sangat baik. Angklung ternyata sudah cukup dikenal dan dicintai. Mereka sangat terbuka untuk belajar budaya Indonesia,” katanya.

Foto: Ist./Dok.
Foto: Ist./Dok.

Foto: Ist./Dok.

Keberhasilan workshop tersebut kembali membuktikan bahwa angklung bukan sekadar alat musik tradisional. Instrumen bambu yang lahir dari tanah Pasundan itu telah berkembang menjadi duta budaya Indonesia yang mampu membangun kedekatan emosional antarbangsa.

Usai tampil di Tokyo, MMPI melanjutkan rangkaian tur budaya ke Nagoya. Sambutan meriah kembali diterima kelompok seni yang dikenal aktif mempromosikan budaya Nusantara di berbagai negara tersebut.

“Di Nagoya luar biasa. Penonton sangat menikmati pertunjukan. Hampir semua ikut berjoget dan berinteraksi. Suasananya ramai, hangat, dan penuh kegembiraan,” ujar Bunda Hera dengan wajah sumringah.

Foto: Ist./Dok.

Perjalanan MMPI membawa angklung ke Jepang bukanlah langkah pertama. Kelompok seni yang mengusung semangat cinta tanah air dan pelestarian budaya ini sebelumnya telah tampil di berbagai panggung internasional, termasuk di Frankfurt, Jerman, serta sejumlah agenda budaya di Prancis dan Swiss. Dalam setiap penampilannya, MMPI tidak hanya memainkan musik, tetapi juga membawa pesan persatuan, persahabatan, dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.

Di tengah derasnya arus globalisasi, keberhasilan MMPI menggaungkan angklung di Jepang menjadi bukti bahwa budaya Indonesia tetap memiliki tempat terhormat di mata dunia. Bahkan, di sebuah kampus di Tokyo, warisan budaya yang lahir ribuan kilometer dari Indonesia itu mampu menyatukan puluhan anak muda Jepang dalam satu irama yang sama.

Foto: Ist./Dok.

Ketika bambu-bambu angklung mulai berdenting, yang terdengar bukan sekadar alunan nada. Yang hadir adalah cerita tentang Indonesia, tentang persahabatan lintas bangsa, dan tentang budaya yang terus hidup serta dicintai dunia.

Dari Tokyo hingga Nagoya, dari Pasundan hingga Negeri Sakura, angklung kembali membuktikan dirinya bukan hanya alat musik tradisional. Angklung adalah suara Indonesia yang mampu menyentuh hati dunia.


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading