Profil

Keluarga Besar Peradilan Indonesia Berduka, Kepala Pusdiklat Teknis BSDK MA Dwi Sugiarto Wafat

Jakarta – Kabar duka menyelimuti keluarga besar peradilan Indonesia. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Teknis Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI), Dwi Sugiarto, S.H., M.H., meninggal dunia pada Senin (8/6) sekitar pukul 19.40 WIB.

Dilansir portal dandapala.com, Senin (8/6), kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi jajaran MA serta insan peradilan di seluruh Indonesia.

Selama mengemban amanah sebagai Kepala Pusdiklat Teknis BSDK MA, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur peradilan melalui pendidikan dan pelatihan teknis hukum dan peradilan.

Berbagai kontribusi dan pemikiran yang telah diberikan almarhum dinilai turut berperan dalam mendukung peningkatan kualitas kompetensi aparatur peradilan serta penguatan sistem pendidikan dan pelatihan di lingkungan MA.

Tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang berintegritas, almarhum juga dikenang sebagai pribadi yang berdedikasi, penuh keteladanan, serta memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan lembaga peradilan. Pengabdian yang telah diberikan selama bertugas menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan sumber daya manusia di lingkungan peradilan Indonesia.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia peradilan. Namun demikian, semangat pengabdian, dedikasi, dan keteladanan yang telah diwariskan akan terus menjadi inspirasi bagi para aparatur peradilan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Doa dan ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Keluarga besar peradilan Indonesia mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadah serta pengabdiannya, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selain itu, doa juga dipanjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian doa yang disampaikan keluarga besar peradilan Indonesia.

Selamat jalan, Dwi Sugiarto, S.H., M.H. Jasa, dedikasi, dan pengabdian almarhum bagi kemajuan dunia peradilan Indonesia akan senantiasa dikenang sepanjang masa. (Red/Nix/Foto: ist./Dandapala)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading