Wawako JaktimDorong Transparansi SPMB dan Penguatan Budaya Pilah Sampah di Sekolah
Jakarta Timur – Wakil Wali Kota (Wawako) Administrasi Jakarta Timur (Jaktim), Kusmanto, menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 serta penguatan edukasi lingkungan melalui gerakan pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sinkronisasi Pendidikan, Sosialisasi, dan Roadshow Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Jakarta Timur di Aula SMA Negeri 61 Jakarta, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jumat (12/6).
Mengusung tema “Sinergi Komitmen Sekolah dan Pemerintah untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan serta Mewujudkan Sekolah Unggul”, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komite sekolah, dan orang tua dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Dalam sambutannya, Kusmanto mengajak seluruh kepala sekolah dan komite sekolah untuk berperan aktif sebagai sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat terkait mekanisme penerimaan murid baru.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi faktor penting untuk mencegah kesalahpahaman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan peserta didik baru.
“Saya mengajak kepala sekolah dan komite sekolah menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Lakukan sosialisasi secara masif, terbuka, dan mudah dipahami, khususnya mengenai jalur penerimaan, kuota, persyaratan, serta jadwal pendaftaran,” ujarnya.
Kusmanto menilai kegiatan sinkronisasi dan sosialisasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan komite sekolah.
Dengan sinergi yang baik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan SPMB sehingga proses penerimaan murid baru dapat berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel.
Selain membahas sektor pendidikan, Kusmanto juga mengajak seluruh sekolah di Jakarta Timur untuk turut berkontribusi dalam mendukung program pengelolaan lingkungan melalui gerakan pemilahan sampah dari sumbernya.
Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.
“Kami meminta agar kepala sekolah dan guru menyosialisasikan pentingnya memilah sampah kepada para murid, sehingga budaya pengelolaan sampah dapat tertanam sejak di bangku sekolah,” tandasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, sekolah, komite sekolah, dan orang tua dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, transparan, dan berintegritas.
Selain itu, keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. (Red/Alz/Foto: Ist.)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

