Mahasiswi Semester 4 UIN Gus Dur Taklukkan Kompetisi Internasional, Buktikan Kualitasnya Mendunia
Jakarta – Di tengah ketatnya persaingan pendidikan tinggi internasional, mahasiswi semester 4 Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali membuktikan kualitasnya di panggung dunia.
Dea Zulfa Rosyida, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), sukses meraih Juara 1 dalam ajang Microteaching Early Childhood Education Competition 2026.
Kompetisi internasional yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus pada 21 Mei 2026 itu mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional.
Posisi Juara 2 diraih Mia Lorraine H. Pedragoza dari Philippine Normal University, sedangkan Juara 3 ditempati Fitria Munawaroh dari Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Keberhasilan Dea menjadi sorotan karena diraih saat dirinya masih berada di semester 4. Di tengah persaingan peserta internasional, ia mampu menampilkan praktik microteaching yang dinilai inovatif, komunikatif, dan sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini.
Ajang ini tidak hanya menguji kemampuan berbicara di depan kelas, tetapi juga mengukur kompetensi pedagogik, kreativitas pembelajaran, penguasaan metode mengajar, hingga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan pendidikan anak usia dini di era global.
Penampilan Dea dinilai unggul karena mampu menghadirkan pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan peserta didik usia dini. Dewan juri menilai metode pengajaran yang dibawakannya tidak sekadar kreatif, tetapi juga menunjukkan kesiapan profesional sebagai calon pendidik masa depan.

Ketua Program Studi PIAUD FTIK Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Rofiqotul Aini, menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari proses pembinaan akademik yang konsisten di lingkungan kampus.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan belajar, dan semangat berproses yang luar biasa dari Dea. Sebagai mahasiswa semester 4, capaian ini sangat membanggakan dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun profesional,” ujarnya di Pekalongan, Sabtu (23/5).
Dea sendiri mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua, dosen pembimbing, dan seluruh civitas akademika Prodi PIAUD yang terus memberikan dukungan selama proses persiapan lomba.
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan yang mampu mencetak calon pendidik anak usia dini berdaya saing internasional.
Capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa kampus-kampus daerah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dari Pekalongan, mahasiswa muda kini mampu bersaing dan menorehkan prestasi di forum pendidikan internasional. (Red/Nix/Foto: Ist./Kemenag)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

