Polda Metro Jaya Dalami Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pelaku Diburu dengan Metode Ilmiah
Jakarta – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tengah mendalami kasus penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian menerapkan pendekatan ilmiah guna mengungkap identitas serta memburu pelaku.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan tim penyelidik saat ini bekerja secara intensif di lapangan untuk mengumpulkan berbagai bukti terkait peristiwa tersebut.
Menurutnya, penyelidikan difokuskan pada pengungkapan identitas pelaku melalui metode scientific crime investigation atau penyelidikan berbasis pembuktian ilmiah.
“Fokus utama kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku di balik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan scientific crime investigation,” kata Budi, Minggu (15/03).
Kasus ini juga mendapat perhatian langsung dari Kepala Polda Metro Jaya (Kapolda) Irjen Pol Asep Edi Suheri. Ia menegaskan bahwa pimpinan telah memberikan arahan agar penanganan perkara tersebut menjadi prioritas.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah diterjunkan melakukan penyelidikan.
“Kami meminta masyarakat memberi ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat mengungkap serta menangkap pelakunya,” ujar Budi.
Selain melakukan penyelidikan, Polda Metro Jaya juga membuka posko pengaduan khusus bagi para aktivis yang mengalami gangguan keamanan. Posko tersebut berada di Lobby Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kepolisian juga menyediakan jalur pelaporan bagi masyarakat melalui Call Center 110 serta hotline 0812-8559-9191 yang dapat dihubungi kapan saja.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan peristiwa tersebut agar tidak ragu memberikan informasi kepada aparat. Polri memastikan kerahasiaan identitas pelapor serta menjamin perlindungan bagi para saksi.
“Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami,” kata Budi. (Ags/Foto: Ist./DivHumas Polri)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

