Komunitas

Jakarta Timur Siaga Radikalisme, 24 Ormas Dikumpulkan: Densus 88 Ingatkan Ancaman Terorisme Masih Nyata

Jakarta Timur – Ancaman radikalisme dan terorisme dinilai masih menjadi perhatian serius di wilayah perkotaan.

Untuk memperkuat kewaspadaan dini, sebanyak 24 organisasi kemasyarakatan (ormas) dikumpulkan dalam kegiatan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Terorisme dan Gerakan Radikalisme yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Serbaguna Blok C, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, hingga Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sebagai bentuk penguatan sinergi menghadapi potensi penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

Foto: Ist.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, yang membuka kegiatan menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendeteksi potensi ancaman sejak dini.

“Peran aktif seluruh masyarakat akan sangat membantu tugas-tugas aparat penegak hukum, terutama dalam melakukan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan-gerakan radikal serta aktivitas terorisme,” ujar Eka.

Forum tersebut menghadirkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme DKI Jakarta, Taufan Bakri, serta Kasubnit Subdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Kompol Ridjoko Suseno.

Dalam diskusi, peserta mendapat pemaparan mengenai pola penyebaran ideologi radikal, strategi pencegahan, hingga pentingnya menjaga ketahanan sosial masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Eka juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terjebak stigma terhadap kelompok agama maupun ras tertentu dalam memahami persoalan radikalisme dan terorisme. Menurutnya, penanganan isu tersebut harus dilakukan secara adil, objektif, dan multidimensi.

“Diperlukan pendekatan multi dimensi untuk memecahkan akar masalah ini dengan melibatkan berbagai elemen, di antaranya organisasi kemasyarakatan,” katanya.

Selain menjadi ruang edukasi, forum ini juga menghasilkan berbagai masukan dan rumusan dari peserta terkait penguatan pencegahan radikalisme berbasis masyarakat.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap keterlibatan ormas dapat menjadi garda terdepan dalam membangun kewaspadaan lingkungan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dari potensi infiltrasi paham radikal maupun aktivitas terorisme. (Nix/Foto: Istimewa)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading