Setahun Dedie–Jenal Memimpin, Pemkot Bogor Perkuat Layanan Publik dan Tata Ulang Kawasan Strategis
Bogor – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Pemerintah Kota Bogor (Pemkot Bogor) memusatkan kebijakan pada penguatan layanan publik, penataan kawasan strategis, serta percepatan pembangunan infrastruktur kota.
Biskita Kembali Beroperasi
Salah satu kebijakan yang dirasakan langsung masyarakat adalah beroperasinya kembali layanan transportasi publik Biskita. Sebelumnya, operasional Biskita sempat terhenti akibat penghentian subsidi dari pemerintah pusat.
Melalui skema pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, layanan tersebut kembali berjalan. Kebijakan ini menjaga mobilitas warga, terutama pekerja dan pelajar, agar tetap lancar. Pada awal 2026, di tengah masa transisi anggaran dan libur tahun baru, operasional Biskita hanya mengalami jeda selama lima hari kalender sebelum kembali melayani masyarakat.
Penataan Eks Pasar Bogor dan Relokasi PKL
Di sektor penataan kota, kawasan eks Pasar Bogor yang sebelumnya padat dan semrawut mulai menunjukkan perubahan signifikan. Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Pedati, dan Lawang Seketeng membuat arus lalu lintas dan aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib.
PKL yang sebelumnya berjualan di badan jalan direlokasi ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Proses relokasi dilakukan melalui dialog intensif antara Pemkot Bogor dan para pedagang. Pendekatan persuasif tersebut dinilai efektif menekan potensi konflik sekaligus mempercepat rencana revitalisasi kawasan agar lebih bersih dan nyaman.
Untuk menjaga ketertiban di kawasan strategis seperti sekitar Pasar Bogor dan Alun-Alun Kota Bogor, Pemkot Bogor menempatkan satuan unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) secara permanen. Penempatan ini disertai penerapan sanksi denda sebagai bentuk penegakan peraturan daerah.
Tambahan Sekolah Negeri Baru
Di bidang pendidikan, komitmen perluasan akses layanan diwujudkan melalui rampungnya pembangunan SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 23. Kehadiran dua sekolah baru ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan peserta didik sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan negeri di Kota Bogor.
Infrastruktur dan Revitalisasi Fasilitas Publik
Pada sektor infrastruktur dan penataan kawasan, sejumlah proyek strategis mulai terealisasi. Jalur sementara di kawasan Batutulis telah dapat dilalui masyarakat, sementara pembebasan lahan Batutulis telah diselesaikan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan tersebut.
Bumi Ageung Batutulis juga telah siap difungsikan sebagai Museum Pajajaran, sedangkan Kuncup Batutulis telah selesai direnovasi.
Pemkot Bogor turut memulai revitalisasi fasilitas publik, di antaranya tahap pertama revitalisasi GOR Pajajaran, revitalisasi Terminal Bubulak yang telah dirampungkan pada tahap pertama, serta penyelesaian tahap pertama Taman Olahraga Yasmin.
Di sektor konektivitas, pembangunan Jalan R3 telah mencapai tahap kedua. Jalur pedestrian dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Tirto Adisoerjo kini telah terhubung, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki.
Penurunan Kabel Udara
Upaya mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan juga dilakukan melalui program penurunan kabel udara. Hingga saat ini, realisasi penurunan kabel udara telah mencapai 8 kilometer dari total target 17 kilometer.
Fondasi Penataan Kota
Dengan berbagai capaian tersebut, Pemkot Bogor menilai satu tahun kepemimpinan Dedie–Jenal difokuskan pada penataan fondasi kota melalui penguatan layanan dasar, penertiban kawasan strategis, serta pembangunan infrastruktur pendukung.
Ke depan, kebijakan tersebut akan dilanjutkan secara konsisten dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari pembangunan Kota Bogor yang berkelanjutan. (Ags/Foto: Ist./Kominfo)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

