Bupati Bogor Ajak Warga Perangi Narkoba, Dorong Laporan Aktif dari Masyarakat
Cibinong – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia menegaskan, upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
“Yang terpenting adalah satu, kita tuntaskan bersama-sama. Kabupaten Bogor harus bersih dari narkotika dan obat-obatan terlarang,” ujar Rudy, Rabu (1/4).
Rudy meminta masyarakat yang mengetahui adanya praktik penjualan obat-obatan terlarang, termasuk obat daftar G (obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter), untuk segera melaporkannya kepada pemerintah daerah.
Laporan dapat disampaikan melalui kanal pengaduan, seperti pesan langsung (direct message/DM) “Lapor Pak Bupati” maupun saluran resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor lainnya.
Ia menegaskan, informasi dari masyarakat memiliki peran penting dalam membantu pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan penindakan. Masyarakat diimbau memberikan informasi secara rinci, mulai dari nama toko, lokasi penjualan, hingga pihak yang terlibat.
“Segera kirim alamat tokonya, nama pemiliknya, lokasi tokonya, bahkan jika mengetahui tempat penyimpanannya. Informasi tersebut akan sangat membantu saat kami turun bersama melakukan penindakan,” jelasnya.
Menurut Rudy, Kabupaten Bogor memiliki kekuatan kolaborasi yang solid dalam memberantas peredaran narkoba.
Unsur kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, hingga perangkat daerah seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) siap bersinergi dalam pengawasan dan penindakan.
“Di Kabupaten Bogor kita memiliki jajaran kepolisian yang kuat, di tingkat provinsi ada dukungan dari Polda, serta BNN Kabupaten Bogor. Dari Pemkab Bogor ada Satpol PP dan Dinkes. Dengan kolaborasi ini, kita harus pastikan narkoba bisa kita berantas,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.
“Kita harus lindungi generasi muda kita, khususnya di Kabupaten Bogor,” katanya.
Di sisi lain, Rudy turut menanggapi isu yang sempat beredar di media sosial terkait pencatutan namanya sebagai pembina salah satu media. Ia memastikan informasi tersebut tidak benar.
“Saya pastikan tidak pernah ada permintaan, baik secara resmi maupun tidak resmi, kepada saya untuk menjadi pembina media tersebut. Saya juga tidak pernah menjadi pembina di media manapun,” ujarnya.
Ia menilai, jika seorang kepala daerah terlibat sebagai pembina media yang menerima anggaran publikasi dari pemerintah daerah, hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan bahkan berisiko pada persoalan hukum.
Meski demikian, Rudy melihat meningkatnya perhatian publik terhadap isu tersebut justru berdampak positif dalam membuka arus informasi terkait peredaran obat-obatan terlarang di masyarakat.
“Semakin ramai justru semakin baik, karena informasi yang masuk semakin banyak dan lengkap. Itu sangat membantu kita dalam melakukan penindakan dan pemberantasan secara bersama-sama,” pungkasnya. (Al/Foto: Ist./Diskominfo)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

