Kabupaten/Kota

Penertiban Bangunan Liar di Bogor Selatan, Pemkot Dorong Akses Jalan dan Program Kota ASRI

Bogor -Sebanyak 14 bangunan liar yang berdiri di atas saluran drainase di Jalan Cipinang Gading, Kelurahan Rangga Mekar (Rangga Mekar), Kecamatan Bogor Selatan (Bogor Selatan), Kota Bogor ditertibkan oleh petugas gabungan pada Kamis (02/04/26) malam.

Dari jumlah tersebut, 10 bangunan dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya, sementara empat bangunan lainnya ditertibkan menggunakan alat berat karena kondisi konstruksi yang tidak memungkinkan untuk dibongkar secara manual.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir langsung di lokasi menyampaikan apresiasi atas sinergi petugas gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, TNI-Polri, serta unsur masyarakat dalam pelaksanaan penertiban tersebut.

“Banyak masukan dari masyarakat Bogor Selatan yang menginginkan lingkungan bersih dan tertib. Hal itu langsung kami tindak lanjuti bersama,” ujarnya.

Menurut Dedie, penertiban ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengembalikan fungsi ruang publik, sekaligus membuka akses jalan agar lebih nyaman digunakan masyarakat. Terlebih, Jalan Cipinang Gading saat ini menjadi jalur alternatif pasca penutupan Jalan Saleh Danasasmita, yang kerap mengalami kemacetan akibat penyempitan akses.

“Jalan ini adalah milik masyarakat dan menjadi akses penting bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban,” ungkapnya.

Proses penertiban dilakukan secara cepat dengan melibatkan armada dump truck, kendaraan pick up, serta personel gabungan yang langsung membersihkan sisa bongkaran, termasuk material dan sampah yang menyumbat saluran drainase.

Dengan demikian, akses jalan diharapkan dapat segera kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.

“Alhamdulillah tidak ada kendala. Masyarakat juga mulai memiliki kesadaran untuk membongkar sendiri. Sekarang kita kembalikan fungsi saluran air sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Penertiban bangunan liar ini merupakan bagian dari program penataan kota yang tengah dijalankan Pemkot Bogor menuju konsep kota Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Foto: Ist./Diskominfo

Pemkot Bogor bersama TNI-Polri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus melakukan penataan lingkungan secara bertahap, mulai dari penertiban billboard, spanduk, hingga reklame yang tidak sesuai aturan, serta melanjutkan program penurunan kabel udara.

Selain itu, pengelolaan sampah juga diperkuat, baik dari sisi hulu melalui program pemilahan sampah dari rumah, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), maupun dari sisi hilir melalui persiapan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah/PSEL).

“Perbaikan drainase juga dilakukan melalui penertiban bangunan liar. Nantinya akan dilanjutkan dengan kanstinisasi atau pemasangan batas antara ruang milik jalan dan saluran air agar lebih tertata dan representatif,” jelas Dedie saat meninjau lokasi.

Program ASRI sendiri telah berjalan sejak awal kepemimpinan Dedie Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Saat ini, Pemkot Bogor bersama aparat gabungan terus memperkuat pengawasan, monitoring, serta mulai menerapkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelanggar.

Penataan juga dilakukan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di atas trotoar di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Pedati, Jalan Lawang Saketeng, dan Jalan Bata. Para pedagang tersebut telah direlokasi ke pasar yang lebih representatif, yakni Pasar Jambu Dua dan Pasar Bogor.

Upaya penataan tidak hanya terfokus di pusat kota, tetapi juga diperluas ke berbagai wilayah, seperti Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Barat (Bogor Barat), dan Bogor Utara (Bogor Utara), serta akan dilanjutkan ke Kecamatan Tanah Sareal (Tanah Sareal) dan Bogor Timur (Bogor Timur).

“Penataan ini akan terus berlanjut ke berbagai titik. Karena ketertiban lingkungan juga berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan lingkungan yang tertata, saluran air yang lancar, serta akses jalan yang memadai, diharapkan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga.

“Jika lingkungan bersih dan tertib, maka dampaknya akan terasa pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi dan kesehatan,” pungkasnya. (Alz/Foto: Ist./Diskominfo)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading