KomunitasPeristiwa

Ketum FORSIMEMA RI Tekankan Reformasi Industri Media untuk Tingkatkan Kesejahteraan Jurnalis

Jakarta – Ketua Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri, menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh dalam industri media nasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan wartawan. Hal itu disampaikannya di Jakarta, Sabtu (11/4).

Menurutnya, dinamika ekosistem media saat ini menuntut adanya perubahan mendasar, tidak hanya dalam pola produksi berita, tetapi juga dalam pengelolaan bisnis dan penguatan profesionalisme jurnalis.

Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap pendapatan iklan konvensional sudah tidak lagi relevan di tengah dominasi platform digital global.

Karena itu, media dituntut lebih inovatif dengan mengembangkan sumber pendapatan baru, seperti layanan berlangganan, penyelenggaraan kegiatan publik, hingga produksi konten kreatif berbasis kebutuhan pasar.

Selain itu, Syamsul Bahri menyoroti pentingnya membangun hubungan yang konstruktif antara media dan lembaga publik, termasuk Mahkamah Agung dan pemerintah daerah (Pemda).

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat akses informasi yang akurat tanpa mengorbankan independensi pers.

“Kolaborasi harus tetap menjaga profesionalitas. Media tetap kritis, namun memiliki akses informasi yang kredibel,” tegasnya.

Dalam aspek lain, ia menilai penguasaan teknologi menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan industri media.

Jurnalis masa kini harus mampu beradaptasi dengan berbagai format digital, seperti video, podcast, dan konten visual interaktif agar tetap relevan di tengah perubahan perilaku audiens, khususnya generasi muda.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kesejahteraan wartawan juga berkaitan erat dengan perlindungan profesi.

Hal ini mencakup kepastian hukum dalam menjalankan tugas jurnalistik, peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, serta penerapan pendekatan keadilan restoratif guna menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Syamsul Bahri menilai, upaya FORSIMEMA-RI dalam mendorong perbaikan industri media merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga integritas sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan jurnalis di Indonesia.

“Jika industri media kuat dan sehat, maka wartawan akan bekerja dengan lebih tenang, profesional, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia berharap, transformasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadikan industri media Indonesia semakin adaptif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global di era digital. (Alz/Foto: Ilustrasi/Istimewa)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading