Forum Dialog Polantas dan Komunitas Ojol Dorong Kolaborasi Demi Keselamatan Lalu Lintas
Semarang – Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar forum silaturahmi bersama komunitas ojek online (ojol) dari 12 Kepolisian Daerah (Polda) di Hotel Padma, Rabu (22/4).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Pol. Agus Suryonugroho.
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan perwakilan pengemudi ojol dari berbagai daerah untuk membahas dinamika lalu lintas, termasuk evaluasi pendekatan penegakan hukum yang kini dinilai semakin humanis.
Perwakilan komunitas ojol dari Medan, Sumatra Utara (Sumut), Agam Zubir, menyampaikan bahwa terjadi perubahan signifikan dalam pola pendekatan aparat lalu lintas.
Jika sebelumnya lebih menitikberatkan pada penindakan, kini pendekatan yang dilakukan dinilai lebih mengedepankan edukasi dan keselamatan.
“Kami merasakan perubahan besar. Dulu lebih ke penindakan, sekarang lebih humanis dan langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya dalam forum tersebut.
Ia menambahkan, berbagai program yang dijalankan Korlantas Polri, khususnya pada periode mudik dan arus balik, turut memberikan dampak nyata dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya.
Menurutnya, upaya yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyasar kesadaran masyarakat secara langsung, termasuk para pengemudi ojol.
Selain itu, program pembinaan dan edukasi yang dilakukan kepolisian, khususnya di wilayah Sumut, dinilai mampu meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas. Bahkan, komunitas ojol kini turut berperan aktif sebagai bagian dari pengawasan di jalan raya.
“Kalau dulu kami kenal polisi menyentuh dengan surat tilang, sekarang menyentuh dengan hati,” ungkap Agam.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah tekanan dari sistem aplikasi yang menuntut pengemudi untuk memenuhi target tertentu, sehingga berpotensi mendorong pelanggaran lalu lintas.
“Ini menjadi dilema. Di satu sisi kami ingin tertib, tetapi di sisi lain ada tuntutan ekonomi,” jelasnya.
Persoalan lain yang turut disoroti adalah aspek keselamatan penumpang, terutama masih ditemukannya penumpang yang enggan menggunakan helm. Kondisi ini dinilai membutuhkan pendekatan bersama antara kepolisian, perusahaan aplikasi, dan masyarakat.
Untuk itu, komunitas ojol mendorong adanya penguatan kolaborasi dengan perusahaan aplikasi, termasuk pengembangan fitur darurat yang dapat terhubung langsung dengan aparat lalu lintas guna meningkatkan respons terhadap situasi di jalan.
Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan kecelakaan. Komunitas ojol menilai koordinasi antara kepolisian, PT Jasa Raharja, serta pihak terkait lainnya kini semakin cepat dan responsif.
“Kami melihat perkembangan signifikan dalam dua tahun terakhir. Penanganan semakin terkoordinasi dan korban kecelakaan lebih tertangani dengan baik,” tutupnya.
Di akhir kegiatan, komunitas ojol menegaskan dukungannya terhadap berbagai program Korlantas Polri, serta berharap pendekatan humanis dan kolaboratif terus diperkuat guna mewujudkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di Indonesia. (Red/EM/Foto: Ist./PID Korlantas Polri)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

