Kabupaten/Kota

Jumlah Penumpang Naik, Biskita Trans Depok Bersiap Dikelola Mandiri

Depok – Jumlah pengguna Biskita Trans Depok terus menunjukkan peningkatan. Di tengah pertumbuhan penumpang tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai menyiapkan sistem layanan sendiri sebagai bagian dari langkah menuju pengelolaan transportasi publik secara mandiri.

Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mencatat, jumlah penumpang Biskita Trans Depok pada Januari 2026 mencapai 190.365 orang. Angka itu meningkat menjadi 203.426 penumpang pada Juli 2026 atau bertambah 13.061 orang dengan pertumbuhan 6,86 persen.

Angka tersebut merupakan perbandingan Januari dengan Juli 2026, bukan pertumbuhan tahunan. Sementara jika dibandingkan Januari 2025, jumlah penumpang pada Januari 2026 meningkat dari 166.381 menjadi 190.365 orang atau tumbuh sekitar 14,41 persen secara year on year (YoY).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Aan Syurahman, menilai peningkatan jumlah penumpang menjadi indikator positif semakin digunakannya transportasi publik oleh masyarakat.

“Transportasi publik harus terus kita perkuat sehingga masyarakat memiliki pilihan dalam melakukan perjalanan sehari-hari. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan angkutan umum,” kata Aan, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, Biskita Trans Depok kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana perpindahan penumpang. Layanan tersebut telah digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai bekerja, kuliah hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Warga menggunakan transportasi publik untuk bekerja, kuliah, maupun aktivitas lainnya. Karena itu, yang penting adalah bagaimana layanan ini bisa memberikan rasa aman, nyaman dan membantu kebutuhan perjalanan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, kenaikan jumlah pengguna akan menjadi salah satu bahan evaluasi Dishub Kota Depok dalam meningkatkan kualitas layanan. Kenyamanan, keamanan, kemudahan akses dan kualitas pelayanan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum.

“Kalau transportasi publiknya nyaman dan mudah digunakan, masyarakat akan semakin tertarik untuk menggunakannya. Ini yang terus kami dorong,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Depok kini telah memiliki aplikasi Trans Depok. Kehadiran aplikasi tersebut menjadi bagian dari kesiapan sistem pelayanan sebelum Biskita Trans Depok nantinya dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Aan menjelaskan, sebelumnya layanan Biskita Trans Depok masih terintegrasi dengan sistem Kementerian Perhubungan, termasuk melalui platform Mitra Darat.

“Nantinya Biskita Trans Depok ini akan dikelola sendiri oleh Pemerintah Kota Depok. Aplikasi ini juga menjadi salah satu kelengkapan ketika nanti sudah dikelola oleh Kota Depok,” jelas Aan.

Aplikasi Trans Depok menyediakan sejumlah fitur untuk membantu pengguna memperoleh informasi perjalanan. Fitur “Lokasi Saya” memungkinkan masyarakat mengetahui halte di sekitar lokasi, sekaligus melihat informasi kedatangan bus terdekat setelah memilih halte.

Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur pencarian halte, informasi rute, pilihan rute perjalanan, pengaduan layanan, serta notifikasi mengenai informasi terbaru terkait operasional bus Trans Depok.

Aplikasi tersebut saat ini telah tersedia bagi perangkat Android dan dapat diunduh melalui Google Play Store.

Dengan meningkatnya jumlah pengguna sekaligus hadirnya sistem aplikasi sendiri, Pemkot Depok terus mendorong transportasi publik agar semakin mudah diakses dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan.

“Kami ingin transportasi publik menjadi pilihan masyarakat, bukan sekadar alternatif. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan akan terus menjadi perhatian,” tutup Aan. (Red/Alz/Foto: Ist./Diskominfo Depok)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading