Pemkot Jaktim Sembelih 32 Hewan Kurban, Utamakan Standar ASUH dan Higienitas
Jakarta Timur – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur (Jaktim) menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota Jaktim, Kamis (28/5).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 16 ekor sapi dan 16 ekor kambing disembelih. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 196 hewan kurban yang diterima Pemkot Jaktim tahun ini, terdiri atas 53 ekor sapi dan 143 ekor kambing.
Dari total hewan kurban yang diterima, sebanyak 37 ekor sapi dan 127 ekor kambing yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) serta Baznas Bazis Kota Jaktim telah didistribusikan ke 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur.
Kegiatan penyembelihan hewan kurban ditinjau langsung oleh Wali Kota Jaktim, Munjirin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, Sekretaris Kota Jaktim, Eka Darmawan, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jaktim, Achmad Salahuddin, serta Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jaktim, Essie Feransie Munjirin.
Penyembelihan dilakukan pada hari tasyrik kedua dengan memperhatikan syarat sah kurban serta kondisi kesehatan hewan. Seluruh proses pemotongan mengedepankan prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, serta dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.
“Seluruh petugas agar menjalani tugas dengan baik secara maksimal, sehingga proses penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban berjalan lancar,” ujar Munjirin.
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyampaikan bahwa seluruh hewan kurban yang disembelih telah menjalani pemeriksaan antemortem dan dipastikan dalam kondisi sehat.
“Kami dari dokter hewan sudah melaksanakan pemeriksaan antemortem sebelum pemotongan, dan seluruh sapi maupun kambing dalam kondisi sehat,” katanya.
Meski demikian, pihaknya masih menemukan sejumlah hal yang menjadi perhatian, khususnya terkait penerapan higienitas dan sanitasi selama proses pemotongan berlangsung.
Menurut Hasudungan, masih terdapat kondisi daging yang bersentuhan langsung dengan pasir atau tanah saat proses penyembelihan dilakukan. Karena itu, ke depan hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar proses pemotongan menggunakan alas yang lebih layak dan higienis.
“Dengan peningkatan higienisanitasi sistem pemotongan, kualitas daging kurban juga akan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan kurban tidak hanya harus memenuhi unsur halal, tetapi juga wajib memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan pangan demi menjaga kualitas daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat.
“Secara umum hewan kurban sudah memenuhi kategori aman, sehat, utuh, dan halal. Namun, yang tidak kalah penting adalah penerapan higienisanitasi yang baik selama proses pemotongan berlangsung,” pungkas Hasudungan. (Red/Mh/Foto: Ist./jakarta.go.id/pusatmedia)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

