Hobi Mobil Antik, Haji Agus MR: Merawat Mobil Tua Sama Seperti Merawat Persahabatan
Bogor – Di tengah pesatnya perkembangan industri otomotif modern, kecintaan terhadap mobil klasik dan antik tetap memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya.
Bagi sebagian orang, kendaraan lawas bukan sekadar alat transportasi, melainkan karya seni yang menyimpan nilai sejarah, karakter, dan kenangan.
Kegemaran tersebut juga dimiliki oleh Pemimpin Redaksi (Pimred) sekaligus Pemimpin Umum (PU) Media Koran Patroli dan patroliborgol.com, Agus Madiadipura, yang akrab disapa Haji Agus MR. Sejak lama, ia dikenal sebagai kolektor sekaligus pecinta mobil-mobil klasik yang tergolong langka.
Di sela aktivitasnya di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/6), Haji Agus MR mengungkapkan bahwa merawat mobil tua memberikan kepuasan tersendiri yang sulit digantikan oleh kendaraan modern.
“Mengoleksi dan merawat mobil tua atau kuno punya keasyikan tersendiri. Merawat mobil tua itu serasa merawat persahabatan, harus sepenuh hati,” ujarnya.

Menurutnya, kendaraan klasik memerlukan perhatian, kesabaran, dan ketelatenan dalam perawatan. Setiap komponen harus diperlakukan dengan hati-hati agar tetap berfungsi dengan baik dan mempertahankan keaslian kendaraan.
“Merawat mobil tua harus sabar, harus lembut, tidak tergesa-gesa, serta harus penuh perhatian. Pokoknya agak mirip merawat orang juga, harus diperlakukan dengan baik. Kalau kita mengendarainya kasar dan tidak sabaran, pasti cepat rusak dan akhirnya merepotkan,” katanya sambil tersenyum.
Haji Agus MR mengatakan, hobi mengoleksi mobil klasik bukan hanya digemari masyarakat umum, tetapi juga menjadi kegemaran sejumlah tokoh nasional, pebisnis, hingga koleganya di berbagai daerah.
Melalui komunitas otomotif, para kolektor dapat saling bertukar pengalaman, informasi, hingga berburu suku cadang yang semakin sulit ditemukan.
“Banyak teman-teman saya yang juga hobi mengoleksi mobil tua dan langka. Dari situ kami bisa saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta informasi mengenai perawatan maupun suku cadang,” tuturnya.

Di garasi pribadinya, Haji Agus MR menyimpan beberapa kendaraan klasik yang memiliki nilai historis dan koleksi tinggi. Salah satunya adalah Morris Oxford buatan Inggris tahun 1951.
Selain itu, ia juga memiliki Mini Moke, Rolls-Royce, Mercedes-Benz, serta sejumlah kendaraan klasik lainnya yang hingga kini tetap dirawat dalam kondisi prima.
Ia mengakui, tantangan terbesar dalam memelihara mobil-mobil lawas adalah ketersediaan suku cadang yang sebagian besar sudah tidak lagi diproduksi.
Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mempertahankan keaslian koleksinya.
“Kalau soal sparepart, Insya Allah selalu ada jalan keluarnya. Kalau masih bisa diperbaiki, ya diperbaiki. Kalau memang harus diganti, kita harus sabar mencarinya. Biasanya tetap ada yang menjual, atau kalau memang sudah tidak ada lagi, bisa dimodifikasi menggunakan komponen lain yang spesifikasinya mendekati aslinya,” jelas mantan Koordinator Wartawan Polda Metro Jaya era 1990-an tersebut.
Bagi Haji Agus MR, mengoleksi mobil klasik bukan semata soal nilai ekonomi ataupun prestise. Lebih dari itu, hobi tersebut merupakan bentuk kecintaan terhadap sejarah otomotif sekaligus upaya menjaga warisan teknologi agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. (Fy/Foto: Ist./Dok.)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

