UIII Gelar Wisuda, Luluskan 34 Doktor Perdana
Depok – Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) mencatat tonggak baru dalam perjalanan akademiknya dengan meluluskan angkatan doktor perdana pada prosesi wisuda yang berlangsung di Gedung Rektorat UIII, Depok, Kamis (27/8/2026).
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan intelektual UIII, sekaligus menandai lahirnya lulusan doktor pertama sejak perguruan tinggi tersebut berdiri.
Rektor UIII Prof. Jamhari Makruf mengatakan, prosesi wisuda tidak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi merupakan bagian dari sejarah perjalanan intelektual UIII yang terus berkembang.
“Ini bukan sekadar wisuda, ini adalah awal dari sejarah intelektual yang semakin kuat di UIII,” ujar Prof. Jamhari Makruf dalam sambutannya.
Sebanyak 204 lulusan resmi menyandang gelar magister dan doktor dari empat fakultas, yakni Fakultas Kajian Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Pendidikan.
Dari total lulusan tersebut, sebanyak 105 orang merupakan mahasiswa Indonesia. Sementara 99 lulusan lainnya merupakan mahasiswa internasional yang berasal dari 22 negara.
Adapun dari 204 lulusan, sebanyak 34 orang merupakan doktor angkatan pertama UIII sejak universitas tersebut berdiri.
Prof. Jamhari berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata sebagai pemikir, peneliti, dan pemimpin di masa mendatang.
Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh para lulusan bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kontribusi positif setelah meninggalkan lingkungan kampus.
“Gelar bukan tujuan akhir pendidikan. Gelar adalah tanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga berharap para lulusan UIII angkatan 2026 mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UIII ke berbagai lingkungan dan negara tempat mereka berkarya, baik di Indonesia maupun di mancanegara.
“Di mana pun kalian berada, kalian akan membawa UIII dalam diri kalian,” tegas Prof. Jamhari Makruf.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UIII Prof. Syafiq Hasyim menegaskan bahwa semangat internasionalisasi UIII tercermin melalui keberagaman latar belakang mahasiswa serta proses pembelajaran yang dibangun dengan perspektif global.
Menurut Prof. Syafiq, keberagaman tersebut bukan sekadar mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dalam satu ruang kelas, tetapi juga membuka kesempatan untuk memahami berbagai perspektif dan cara pandang terhadap dunia.
“Ini bukan hanya soal duduk satu kelas dengan orang dari negara lain. Ini soal belajar melihat dunia dari kacamata yang berbeda,” tandasnya. (Red/Nix/Foto: Ist.)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

