Depok-Bogor Kolaborasi Olah Sampah Jadi Energi, MoU Segera Diteken
Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan segera menjalin kerja sama lintas daerah dan pemerintah pusat dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Kolaborasi ini melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, serta Kementerian Lingkungan Hidup (LH).
Wali Kota Depok, Supian Suri, mengungkapkan bahwa draft nota kesepahaman (MoU) kerja sama tersebut telah rampung dibahas dan dijadwalkan untuk ditandatangani dalam waktu dekat.
“InsyaAllah besok pukul 10.00 saya bersama Wali Kota Bogor, Menteri Lingkungan Hidup, dan Gubernur Jawa Barat akan menandatangani MoU terkait pembangkit listrik tenaga sampah,” ujarnya, Senin (6/4).
Dalam skema kerja sama tersebut, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik akan dibangun di wilayah Kota Bogor oleh Kementerian LH sekaligus bertindak sebagai pengelola operasional.
Sementara itu, Pemkot Depok akan berperan sebagai salah satu pemasok bahan baku utama berupa sampah untuk mendukung operasional pembangkit listrik tersebut.
“Kami diminta berpartisipasi dalam penyediaan sampah. Untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga sampah dibutuhkan minimal 1.500 ton sampah per hari,” jelas Supian.
Ia menambahkan, kebutuhan volume sampah tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh Kota Bogor, sehingga diperlukan dukungan dari daerah sekitar, termasuk Kabupaten Bogor dan Kota Depok.
“Dari Depok diperkirakan sekitar 500 ton sampah per hari akan dikirim ke Kota Bogor untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurangi beban sampah di Kota Depok sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan berbasis lingkungan.
“Ini langkah strategis yang akan sangat membantu menekan volume sampah di Depok sekaligus memberikan manfaat energi,” pungkasnya. (Alz/Foto: Ist./Diskominfo)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

