Luar Negeri

Indonesia di IMF-WBG 2025: Jaga Stabilitas, Dorong Inovasi, dan Bangun Kolaborasi Global

Jakarta – Partisipasi aktif Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Republik Indonesia (RI) Thomas Djiwandono, dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dan Grup Bank Dunia atau World Bank Group (WBG) tahun 2025 menandai peran strategis Indonesia dalam diplomasi ekonomi global.

Di tengah ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi, dan transisi energi yang kompleks, Indonesia tampil sebagai negara dengan fondasi ekonomi yang solid dan arah kebijakan fiskal yang konsisten. Proyeksi pertumbuhan 5,1–5,2 persen pada 2025 menjadi bukti resiliensi ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Wamenkeu menjelaskan, strategi fiskal Indonesia tetap berlandaskan disiplin defisit maksimal 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB), dengan fokus pada pengeluaran berkualitas, perlindungan sosial, dan stimulus sektor riil melalui penyuntikan likuiditas Rp200 triliun.

Dalam forum regional ASEAN bersama IMF, Thomas menyoroti pentingnya memperkuat perdagangan intra-ASEAN yang dinilai masih di bawah potensi. Ia menekankan perlunya kolaborasi regional agar tantangan global dapat diubah menjadi peluang pertumbuhan bersama.

Indonesia juga mendorong Bank Dunia untuk memperluas dukungan pada penciptaan lapangan kerja, ketahanan iklim, dan transformasi digital. Hal ini sejalan dengan kebutuhan negara berkembang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkeadilan.

Sementara dalam pembahasan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Wamenkeu menegaskan bahwa keberhasilan AI tidak boleh hanya diukur dari efisiensi, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut memperluas kesempatan bagi masyarakat dan bisnis.

Di forum G20 di bawah Presidensi Afrika Selatan, Indonesia menegaskan pentingnya keseimbangan antara disiplin fiskal dan dorongan pertumbuhan berkelanjutan. Komitmen ini sejalan dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang memperkuat daya saing sektor keuangan domestik.

Selain agenda multilateral, Indonesia juga menjajaki kerja sama bilateral dengan berbagai lembaga internasional, termasuk Islamic Development Bank (IsDB), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk memperkuat pembiayaan infrastruktur dan investasi hijau.

Secara keseluruhan, kehadiran Indonesia dalam forum IMF–WBG 2025 mencerminkan transformasi strategi ekonomi dari sekadar adaptif menjadi kolaboratif dan inovatif memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan dan mitra strategis bagi tata ekonomi dunia yang lebih tangguh dan inklusif. (Nix/Foto: Ist./kemenkeu.go.id)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading