Pemerintah

Jaga Jakarta, Dinas Bina Marga Perkuat Pelayanan Infrastruktur

Jakarta – Semangat #JagaJakarta terus diperkuat Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari komitmen menjaga infrastruktur, fasilitas publik, sekaligus meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo, menegaskan komitmen tersebut saat memimpin Apel DBM Jaga Jakarta di lingkungan Dinas Bina Marga, Selasa (15/9/2026).

Menurut Heru, #JagaJakarta tidak boleh berhenti sebagai slogan. Semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi pekerjaan dan pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Untuk itu, Dinas Bina Marga memperkuat lima pilar utama, yakni Jaga Jalan, Jaga Pejalan, Jaga Utilitas, Jaga Terang, dan Jaga Respon.

Melalui Jaga Jalan, jajaran Dinas Bina Marga memastikan jalan yang menjadi tanggung jawabnya tetap mantap, aman, dan nyaman digunakan. Semangat Zero Hole dan Jalan Mantap dilakukan dengan mempercepat penanganan kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan permanen sesuai kebutuhan.

Sementara Jaga Pejalan diarahkan untuk memastikan masyarakat memiliki ruang publik yang aman dan nyaman, termasuk lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penyandang disabilitas. Karena itu, perhatian terhadap infrastruktur tidak hanya ditujukan kepada kendaraan, tetapi juga pada ketersediaan trotoar dan fasilitas pendukung bagi pejalan kaki.

Pada aspek Jaga Utilitas, penataan jaringan kabel dan utilitas terus didorong agar lebih tertib dan aman. Upayanya mencakup penurunan kabel yang sudah tidak aktif, penempatan kabel ke dalam Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), serta penataan dan perbaikan kabel yang belum dapat direlokasi ke bawah tanah.

Kemudian Jaga Terang diwujudkan melalui optimalisasi fungsi Penerangan Jalan Umum (PJU), terutama di jalan utama, trotoar, jembatan penyeberangan orang (JPO), underpass, flyover, dan berbagai titik yang membutuhkan penerangan.

Penerangan yang memadai dinilai tidak hanya memperkuat estetika kota, tetapi juga mendukung keselamatan dan rasa aman masyarakat dalam beraktivitas.

Adapun Jaga Respon menekankan kecepatan dan kepastian tindak lanjut atas laporan masyarakat, baik yang disampaikan melalui CRM maupun media sosial. Setiap laporan yang menjadi kewenangan Dinas Bina Marga harus segera ditangani. Sementara laporan di luar kewenangan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait dan dijelaskan secara baik kepada masyarakat.

“Jaga Jakarta dimulai dari wilayah kerja masing-masing. Jaga jalannya, jaga pejalannya, jaga utilitasnya, jaga terangnya, dan yang paling penting jaga respon kita kepada masyarakat. Jangan menunggu aduan, jangan menunggu viral, jangan menunggu diperintah. Temukan masalahnya, tangani, tuntaskan, dan dokumentasikan. Itulah wujud DBM Kompak, Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas,” ujar Heru Suwondo.

Penguatan lima pilar #JagaJakarta tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta untuk membangun pola kerja yang lebih responsif dan kolaboratif, sekaligus memastikan pemeliharaan infrastruktur dan pelayanan publik berjalan secara konsisten bagi masyarakat Jakarta. (Red/Alz/Foto: Ist./DBM)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading