Politik

Menguat, Desakan Benny Mamoto Mundur dari Kompolnas

Jakarta, Patroli-
Praktisi hukum yang juga pengamat masalah sosial Puguh Wirawan mengingatkan kepada pensiunan Jenderal bintang dua yang juga Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto agar punya rasa malu dan kemudian mundur dari jabatannya.

“Anda sudah tidak layak lagi berada di lembaga terhormat itu,” katanya.

Desakan agar Benny Mamoto mundur datang dari berbagai kalangan dan semakin menguat. Pekan lalu desakan serupa datang dari Anggota Komisi III DPR RI Desmon Mahesa.

Desmon mengingatkan, sudah selayaknya Benny memang harus mundur dari lembaga itu. “Harus malu’lah,” ujarnya.

Seorang pengacara muda Aria Dipura juga berpendapat sama. Ketua Harian Kompolnas itu menurutnya terkesan kurang profesional terlalu terburu buru dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Saya tidak mengerti dengan sikap Benny Mamoto yang biasanya dia itu cool, cermat, tajam dan smart. Apakah karena punya kedekatan secara personal atau karena faktor lain, faktanya ya begitu,” ujar Aria.

Aria D.N. Atmadja, SH., CPL., CLi., CTLC. (Foto: Ist.)

Dikatakannya, percuma saja Benny membangun narasi pembelaan diri. “Publik agaknya sudah berkeinginan bulat bahwa Benny harus mengundurkan diri,” tandas pengacara muda tersebut.

Masih menurut Aria, sikap jantan ditunjukan oleh Fahmi Alamsyah Staf Ahli Kapolri tanpa banyak membela diri. Ia langsung menandatangani surat pengunduran diri dari jabatan itu, begitu diketahui diduga ikut terkontaminasi dalam kasus tersebut.

Padahal, Fahmi seandainya mau mungkin masih bisa bertahan disitu. Fahmi dituduh ikut serta membuat risilis rekayasa pembunuhan Brigadir J, dia juga dikenal dekat dengan Irjen FS yang baru saja ditetapkan sebagai salah seorang tersangka.

Puguh Wiarawan, SH.,MH. (Foto: Ist.)

Menurut Puguh, apabila ’didalami’ latar belakang mengapa begitu cepatnya Benny Mamoto membuat pernyataan diawal terungkapnya kasus ini. Sulit rasanya bagi Benny untuk menghilangkan kesan bahwa Ketua Harian Kompolnas ini membela FS.

Ada pernyataan begitu gamblang dari Benny yang menyebut bahwa tidak ada kejanggalan dalam kasus ini, termasuk terjadinya tembak menembak. Begitu juga dengan hasil utopsi jenazah Brigadir J, lanjutnya, fakta yang mengemuka semua pernyataan Benny itu terbantahkan.

“Karena itu menurut saya, sudahlah Pak Benny, demi harga diri seorang mantan Jenderal bintang dua dan marwah Kompolnas, sebaiknya anda mundur saja,” kata Puguh menambahkan.

Sementara dalam berbagai kesempatan Benny Mamoto yang juga mantan Kasat Serse Um Polda Matro Jaya itu berupaya memberikan klarifikasi atas desakan mundur itu.

Klarifikasi yang dikemukakan Benny antara lain menyebutkan, bahwa kewenangan Kompolnas itu sebatas klarifikasi ke Polri, serta mengumpulkan data.

Menurutnya hasil klarifikasi dan pengumpulan data setelah di telah disampaikan kepada publik atau kepada pihak pengadu yang melapor kepada Kompolnas. “Kewenangan kami terbatas. Kami tidak boleh mengintervensi penyelidikan dan penyidikan,” ujar Benny Mamoto. (Ags/Foto: Ist.)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading