Tiga Pemancing Hilang di Dam Merah Semarang, Polda Jateng Lanjutkan Pencarian
Semarang – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah (Jateng) bersama tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap tiga pemancing yang hilang akibat musibah kecelakaan laut di kawasan Dam Merah, Pelabuhan Tanjung Mas, Kota Semarang, Jateng.
Hingga Rabu (20/8) pagi, tujuh orang dilaporkan selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan tiga lainnya masih dalam pencarian. Upaya penyisiran dilakukan menggunakan dua kapal polisi, KP 2007 dan KP 1007, menyasar perairan sekitar Dam Merah, kolam pemecah ombak, hingga bibir pantai.
Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol Raspani menjelaskan, insiden bermula pada Selasa (19/8) ketika 12 pemancing diantar perahu sopek dari Dermaga Tambak Lorok menuju titik pemancingan di Dam Merah sekitar pukul 06.00 WIB.
“Awalnya cuaca cerah. Namun, sekitar pukul 11.00 WIB terjadi hujan lebat disertai angin kencang sehingga para pemancing kesulitan kembali ke darat dan sebagian terjebak di tengah perairan,” kata Raspani, saat memimpin pencarian di lokasi.
Dua korban meninggal dunia adalah Febriyanto (35), warga Gebanganom Kecil, Kelurahan Sarirejo, Semarang Timur, dan Bagus Wicaksono (33), warga Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak. Keduanya sudah dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan pihak keluarga.
Tujuh korban selamat masing-masing bernama Panijan (47), Andi (45), Sigit (45), Hartono (46), Sugeng, Pak To, dan Mbae. Sementara tiga korban yang masih hilang adalah Pak Pujo, Pak Mono, dan Wanto.
Pencarian dipimpin Kasi Operasi Basarnas Kota Semarang Mulwahyono, dengan melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, Ditpolairud, Polsek Semarang Utara, dan relawan. Tim dibagi dalam tiga kelompok untuk menyisir area perairan sesuai radius pencarian.
“Kami bersama Basarnas, TNI AL, dan unsur terkait bekerja maksimal untuk menemukan korban. Pencarian dilakukan sesuai SOP dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas mengingat ombak masih cukup tinggi. Kami mohon doa masyarakat agar semua korban segera ditemukan,” ucapnya.
Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pihaknya. “Masyarakat yang beraktivitas di laut, baik nelayan maupun pemancing, diimbau selalu memperhatikan faktor keselamatan, mulai dari kondisi cuaca, kelayakan perahu, hingga penggunaan alat pelindung diri seperti pelampung,” pungkas Kombes Pol Raspani.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di laut saat kondisi berisiko.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Perhatikan kondisi cuaca sebelum melaut agar musibah serupa tidak terulang,” imbuhnya. (Red/Ags/Foto: Ist./DivHumas Polri)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

