Indonesia Gelar MHQ Internasional Pertama bagi Penghafal Tunanetra
Jakarta – Di bawah langit Jakarta yang cerah pada Rabu (3/12), aula Sunlake Waterfront Resort & Convention, di Jakarta Utara (Jakut) menjadi saksi langkah bersejarah Indonesia.
Untuk pertama kalinya, negeri ini menjadi tuan rumah Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional yang secara khusus digelar untuk penyandang disabilitas netra. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Muslim World League (MWL).
Hingga 7 Desember mendatang, para penghafal Al-Qur’an tunanetra dari berbagai penjuru dunia akan memperlihatkan kemampuan terbaik mereka.
Dari 140 peserta internasional, 15 peserta dari 12 negara berhasil menembus babak Grand Final, sebuah pencapaian yang menunjukkan ketelitian hafalan dan keteguhan hati.
Acara pembukaan diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI Kamaruddin Amin, Asisten Sekjen MWL Muhammad Al-Majdu’i, Dirjen Urusan Al-Iqrā’ MWL Khalid bin Hasan Abdul Kafi, dan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag RI Abu Rokhmad.
Dalam pidatonya, Kamaruddin menggambarkan para peserta sebagai pribadi-pribadi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya batin.
“Pandangan batin bashirah mereka lebih tajam daripada pandangan mata bashar. Ketika Al-Qur’an merasuk ke hati, ia memadai bagi pemiliknya,” tuturnya dalam bahasa Arab. Ia juga mengingatkan bahwa ajang ini adalah bagian dari sejarah panjang penjagaan Al-Qur’an sejak 14 abad lalu.
Sementara itu, Khalid bin Hasan Abdul Kafi dari MWL menegaskan bahwa dukungan terhadap Al-Qur’an merupakan misi inti lembaganya.
Ia menilai penyelenggaraan MHQ bagi penyandang disabilitas netra sebagai bentuk penghormatan atas ketekunan mereka dalam menghafal Kitabullah. “Kami sangat menghargai kemitraan strategis dengan Republik Indonesia,” ucapnya.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyoroti makna khusus penyelenggaraan MHQ tahun ini karena bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional.
Menurutnya, momentum tersebut menandai komitmen Indonesia dalam memperluas ruang inklusif bagi penyandang disabilitas netra di ranah keilmuan Al-Qur’an. Ia menyebut lima cabang lomba disiapkan, mulai dari hafalan 10 juz hingga 30 juz dengan dan tanpa matan.
Sejumlah pejabat Kemenag turut hadir, termasuk Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, serta Plt Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh Indonesia dalam pelaksanaan kompetisi internasional ini. (Nix/Foto: Humas)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

