Politik

Silahturahmi Kamtibmas, Kapolri Gandeng Ulama dan Pers Jaga Jawa Timur

Surabaya – Menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Kamtibmas Kapolri bersama ulama se-Jawa Timur di Gedung Mahameru, Mapolda Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto hadir bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, PJU Polda Jawa Timur, para Kapolres jajaran Polda Jawa Timur, serta ulama dan kiai dari berbagai wilayah.

Silaturahmi ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara Polri dan para pemuka agama sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memanjatkan doa untuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berulang tahun ke-75 pada 17 Oktober 2026. Doa bersama turut ditujukan bagi kelancaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memasuki tahun kedua.

Kapolri menyampaikan bahwa kunjungannya ke Jawa Timur merupakan kesempatan untuk mempererat hubungan dengan para ulama, kiai, tokoh senior, dan jajaran Forkopimda.

“Tujuan saya berkunjung ke Polda Jawa Timur tentunya untuk menjalin silaturahmi bersama ulama, para kiai, para sepuh, dan juga jajaran Forkopimda Jawa Timur,” ujarnya.

Suyudi juga meminta doa dan dukungan agar jajaran kepolisian dapat menjalankan tugas dengan baik, terutama dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilaksanakan dengan mengedepankan keadilan.

“Kami memohon doa dan dukungan agar bisa melaksanakan tugas dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, serta melakukan upaya-upaya penegakan hukum yang berkeadilan di wilayah ini,” katanya.

Kepada personel Polda Jawa Timur, Kapolri mengingatkan pentingnya membangun kerja sama dari tingkat pimpinan hingga petugas di lapangan. Kemitraan dengan ulama, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan.

Pesan itu sejalan dengan slogan Polri, “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kita menyadari bahwa polisi berasal dari masyarakat. Kita lahir untuk masyarakat, kita bekerja dengan tulus untuk masyarakat dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya di wilayah Jawa Timur,” tutur Suyudi.

Kapolri juga menempatkan insan pers sebagai mitra penting dalam membangun komunikasi publik. Ia mengajak media menyampaikan informasi secara cepat dan positif, sekaligus mempersilakan masyarakat dan insan pers memberikan kritik maupun saran ketika menemukan pelayanan yang belum maksimal.

“Kalau ada hal-hal yang dirasa menjadi gangguan ataupun pelayanan kita yang kurang maksimal, berikan masukan dan saran agar kita bisa lebih baik lagi dalam bekerja,” ungkapnya.

Kapolri kemudian menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Timur atas dukungan dan kerja sama yang selama ini terjalin dalam menjaga kamtibmas. Menurutnya, hubungan antara kepolisian, ulama, pemerintah daerah, media, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Melalui silaturahmi tersebut, komunikasi lintas elemen diharapkan semakin terbuka dan kolaborasi semakin kuat. Dengan demikian, upaya menjaga kerukunan, persatuan, dan keamanan di Jawa Timur dapat terus dilakukan secara bersama-sama. (Red/Ags/Foto: Ist./DivHumas)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading