Wakapolresta Bogor Kota Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba
Bogor – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota, Polda Jawa Barat, terus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif dan pembinaan karakter di lingkungan pendidikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Wakapolresta) Bogor Kota yang bertindak sebagai pembina upacara bendera di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Kota Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dengan kalangan pelajar sekaligus menanamkan kesadaran mengenai pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan sejak usia sekolah.
Dalam amanatnya, Wakapolresta Bogor Kota menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya mengenai pentingnya menjaga perilaku, menghormati sesama, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Para siswa diingatkan agar senantiasa menaati tata tertib sekolah, menghormati guru dan orang tua, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat dan saling menghargai.
Perhatian khusus diberikan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan, seperti perundungan (bullying), tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, dan pengaruh pergaulan negatif.
Wakapolresta menekankan bahwa tindakan perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital, tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar dalam pergaulan pelajar.
Perilaku tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis, rasa aman, dan perkembangan pendidikan anak.
Karena itu, para siswa diajak untuk membangun budaya saling menghormati, tidak melakukan kekerasan, serta berani meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau pihak yang berwenang apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindakan perundungan.
Selain itu, para pelajar diingatkan agar tidak terlibat dalam tawuran atau tindakan kekerasan kelompok yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Perselisihan antarpelajar diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, serta pendampingan pihak sekolah dan keluarga, bukan melalui tindakan kekerasan.
Wakapolresta juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, mengganggu pendidikan, dan mengancam masa depan generasi muda.
Para siswa didorong untuk memilih lingkungan pertemanan yang positif, mengembangkan kemampuan diri, serta memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar, olahraga, seni, dan aktivitas bermanfaat lainnya.
Bijak Bermedia Sosial dan Perkuat Pengawasan Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolresta Bogor Kota turut mengajak para pelajar untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga menuntut kemampuan siswa dalam memilah informasi serta menjaga perilaku ketika berinteraksi di ruang digital.
Para pelajar diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta menghindari tindakan penghinaan, ancaman, maupun perundungan melalui media sosial.
Penggunaan teknologi secara positif diharapkan dapat membantu siswa memperluas pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan prestasi.
Melalui pembinaan tersebut, kepolisian ingin menumbuhkan pemahaman bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab bukan hanya diperlukan di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Wakapolresta berharap para siswa SMPN 5 Kota Bogor mampu menjadi generasi muda yang berprestasi, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta berperan aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Pembentukan karakter tersebut membutuhkan dukungan dan keteladanan dari berbagai pihak, terutama keluarga dan tenaga pendidik.
Karena itu, Polresta Bogor Kota mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk memperkuat komunikasi serta pendampingan terhadap anak-anak, baik dalam kegiatan belajar maupun pergaulan sehari-hari.
Pengawasan yang dilakukan secara terbuka, proporsional, dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dinilai penting untuk membantu mengenali persoalan sejak dini.
Sekolah diharapkan terus membangun lingkungan pendidikan yang ramah anak, bebas dari kekerasan, serta memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan keluhan maupun meminta pendampingan ketika menghadapi masalah.
Sementara itu, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan perhatian, membangun komunikasi yang baik, dan membimbing anak agar mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pembinaan di sekolah menjadi salah satu bentuk pendekatan preventif untuk memperkuat kesadaran hukum sekaligus membangun hubungan yang positif antara Polri dan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Bogor Kota berharap pesan-pesan kamtibmas dapat dipahami dan diterapkan oleh para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan mampu mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja serta menciptakan suasana pendidikan yang tertib, aman, dan kondusif.
Pembinaan sejak usia sekolah juga menjadi investasi penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Dengan penguatan pendidikan karakter dan kerja sama seluruh pihak, para pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
(Red/Gate 13/Foto: Ist.)

