Pendidikan

LFPB Jakarta Timur: SMPN 180 dan SMAN 62 Juara

Jakarta – Prestasi dan pembentukan karakter menjadi dua pesan utama dalam Lomba Formasi Pengibaran Bendera (LFPB) Aksara Nawasena Piala Wali Kota Jakarta Timur 2026.

Di tengah kompetisi yang melahirkan para juara, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menegaskan pentingnya membangun generasi pelajar yang disiplin sekaligus menjauh dari tawuran, narkoba, kekerasan, dan perundungan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto saat menyerahkan trofi dan penghargaan kepada para pemenang LFPB tingkat SMP dan SMA/sederajat di halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).

SMP Negeri 180 tampil sebagai juara umum tingkat SMP/sederajat, sedangkan SMA Negeri 62 Jakarta merebut juara umum tingkat SMA/sederajat.

Kedua sekolah tersebut dinilai unggul dalam sejumlah kategori, meliputi Komandan Terbaik, Pembawa Baki Terbaik, Pengibar Terbaik, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Terbaik, Formasi Terbaik, dan Pasukan Terbaik.

Foto: Ist.

Bagi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, LFPB bukan sekadar arena adu keterampilan baris-berbaris. Kegiatan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui disiplin, kreativitas, keberanian tampil, kerja sama, dan pembentukan karakter.

Kusmanto mengatakan keberhasilan penyelenggaraan LFPB Aksara Nawasena tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Di antaranya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur, Ketua Paskibraka Jakarta Timur, Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Kota Jakarta Timur, jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, orang tua, guru, serta para peserta didik.

“Lomba ini merupakan momentum kita dalam rangka memberikan pembinaan kepada generasi muda, terutama para pelajar. Dengan adanya lomba ini, pendidikan Paskibraka dalam rangka membentuk karakter anak-anak remaja kita supaya bisa tampil maju dan mengisi kreativitasnya,” kata Kusmanto.

Setelah Vakum Sejak 2019

LFPB Aksara Nawasena 2026 menjadi pelaksanaan kedua setelah kegiatan tersebut sempat vakum sejak 2019. Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan kembali lomba dinilai penting sebagai ruang pembinaan dan pengembangan potensi pelajar.

Kusmanto berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Peserta yang belum memperoleh penghargaan diminta tetap menjadikan pengalaman mengikuti kompetisi sebagai proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Kepada peserta yang juara, kami mengucapkan selamat. Yang tidak juara, anggap ini sebagai kawah candradimuka dalam membentuk karakter, supaya tetap mengisi hal-hal yang baik dalam mengembangkan sekolah dan belajarnya sehingga bisa mencapai cita-citanya,” ujarnya.

Menurut Kusmanto, karakter pelajar yang kuat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan positif. Karena itu, ia menyerukan agar berbagai persoalan yang selama ini dapat mengancam masa depan pelajar, seperti tawuran, narkoba, kekerasan, dan perundungan, tidak lagi terjadi.

“Pesan kami, tidak ada lagi tawuran remaja, tidak ada lagi narkoba yang menghantui para pelajar, dan tidak ada lagi bullying atau perundungan di kalangan siswa,” tegasnya.

Keberhasilan SMA Negeri 62 Jakarta meraih juara umum tingkat SMA/sederajat juga tidak datang secara instan.

Pelatih Paskibraka SMA Negeri 62 Jakarta, Fajar, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan secara konsisten. Latihan rutin, semangat juang, serta dukungan dan doa orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan tim menuju kompetisi.

“Yang kami persiapkan menuju lomba ini adalah giat dan konsistensi latihan, serta daya juang dan doa orang tua serta rekan-rekan yang mendukung kami semuanya,” ungkap Fajar.

Ia pun menyampaikan pesan yang sejalan dengan semangat pembinaan karakter yang diusung Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.

“Mari kita anti-tawuran, anti-narkoba, dan anti-kekerasan,” pungkasnya.

LFPB Aksara Nawasena 2026 pada akhirnya tidak hanya mencatat nama sekolah-sekolah peraih trofi. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk menanamkan disiplin, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas, sekaligus mengarahkan energi generasi muda kepada kegiatan yang positif dan produktif. (Red/Alz/Foto: Ist.)


Discover more from Patroli Borgol

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Discover more from Patroli Borgol

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading