Belajar Teknologi Keselamatan Lalu Lintas, Pamen Lantas Kenali ARSY
Jakarta – Teknologi digital kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung tugas kepolisian di bidang lalu lintas. Hal itu diperkenalkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kepada peserta Pendidikan Pengembangan Spesialis (Dikbangspes) Pamen Lantas Polri Gelombang V melalui kunjungan ke Gedung Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan dengan Smart City berbasis Information Technology (IT) Road Safety Policing dan Algoritma Road Safety (ARSY).
ARSY merupakan sistem yang dirancang untuk mengolah berbagai data lalu lintas menjadi informasi yang dapat mendukung analisis dan pengambilan keputusan dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Para peserta juga melihat langsung dashboard Smart City yang mengintegrasikan sejumlah sumber data dan sistem informasi. Melalui sistem tersebut, kondisi lalu lintas dapat dipantau dan dianalisis sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan.
Teknologi itu antara lain dapat membantu memetakan trouble spot dan black spot, sehingga kepolisian memiliki gambaran mengenai lokasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Bagi peserta Dikbangspes, pengenalan teknologi tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana digitalisasi dimanfaatkan dalam mendukung tugas kepolisian lalu lintas.
AKBP Andi Anis dari Polda Sumatra Barat menilai penerapan teknologi digital yang dikembangkan Korlantas dapat memberikan manfaat besar bagi jajaran kepolisian di daerah.
“Melihat dari tampilan dari depan sampai dalam itu semua sudah mulai berbasis digital,” kata Andi.
Ia berharap Smart City dan ARSY dapat diterapkan di Sumatra Barat. Menurutnya, sistem tersebut dapat membantu memetakan persoalan lalu lintas di daerah, termasuk wilayah yang memiliki karakteristik jalan dengan tanjakan dan turunan.
“Mudah-mudahan ke depannya di wilayah Sumbar sudah menerapkan Smart City dan aplikasi ARSY tersebut,” ujarnya.
Andi menilai pemanfaatan teknologi untuk pemetaan lokasi rawan kecelakaan penting dilakukan karena kondisi geografis tertentu dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan fatalitas.
“Sehingga ke depannya terutama di Sumbar itu karena banyak geografis yang ekstrem, seperti turunan dan tanjakan, sehingga bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas, terutama fatalitasnya,” tuturnya.
Sementara itu, AKBP Winda Adiningrum dari Polda Kalimantan Selatan mengatakan penerapan ARSY di wilayahnya telah berjalan.
Sistem tersebut digunakan untuk melakukan pendataan black spot dan trouble spot, termasuk menjadi salah satu instrumen dalam mendukung penanganan lokasi yang telah teridentifikasi.
“Untuk di Kalimantan Selatan, khususnya untuk ARSY kita (Polda Kalimantan Selatan) sudah berjalan dan kebetulan tadi berdasarkan ranking untuk Kalimantan Selatan mendapatkan peringkat pertama,” ujar Winda.
Untuk konsep Smart City, Winda mengatakan pembahasannya masih dilakukan bersama pemerintah daerah. Ia berharap konsep tersebut nantinya dapat diterapkan di salah satu wilayah di Kalimantan Selatan.
Dorong Implementasi di Daerah
Pengalaman peserta dari Sumatra Barat dan Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi keselamatan lalu lintas memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Winda berharap pengetahuan yang diperoleh selama berada di Korlantas Polri tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi dapat diterapkan langsung dan dibagikan kepada personel di wilayah.
“Harapannya setelah kita mendapatkan ilmu yang sangat berguna dari kunjungan di Korlantas ini, kita bisa menerapkan dan mengaplikasikannya langsung ke anggota-anggota di wilayah serta meng-update info-info terbaru yang kita dapat dari sini,” tandasnya.
Melalui pengenalan ARSY dan Smart City berbasis IT Road Safety Policing, Korlantas Polri terus mendorong jajaran kepolisian lalu lintas untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pemantauan, analisis, dan penanganan persoalan keselamatan di jalan.
Pemanfaatan data secara terintegrasi diharapkan dapat membantu menghadirkan kebijakan lalu lintas yang semakin tepat sasaran serta mampu menekan potensi kecelakaan dan fatalitas di berbagai wilayah. (Red/Gate 13/Foto: Ist./Korlantas Polri)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

