Makam Seroja Disulap Jadi RTH, Kini Asri dengan Urban Farming
Jakarta – Pemakaman Seroja yang berada di Gang Bukhori, RT 06/RW 08, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kini telah ditata menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
Areal pemakaman wakaf seluas sekitar 400 meter persegi tersebut kini tampak asri dengan berbagai tanaman hias serta area urban farming yang ditanami sejumlah tanaman produktif, seperti anggur, melon, dan timun suri.
Pengurus Taman Makam Seroja Indah, Zailani, mengatakan areal pemakaman tersebut telah ada sejak 1950-an. Namun, sebelum dilakukan penataan, kondisi makam kurang terawat dan dipenuhi semak belukar sehingga terkesan angker.
“Secara bertahap sejak tahun 2018 mulai dirapihkan. Dalam perjalanannya, pihak kelurahan mendukung sehingga bisa lebih tertata sampai sekarang ini,” ujar Zailani saat ditemui di lokasi pemakaman, Rabu (7/10/2026).
Menurut Zailani, penataan yang dilakukan secara bertahap membuat kondisi areal pemakaman kini jauh lebih tertata. Lingkungan makam terlihat hijau dan asri serta tidak lagi memberikan kesan angker seperti sebelumnya.
Selain tanaman produktif, berbagai jenis tanaman hias juga dikembangkan di kawasan tersebut. Di antaranya anggrek, bougenville, kamboja, lili, anthurium, aglaonema, dan sejumlah tanaman hias lainnya.
“Kami di sini juga mengembangkan bibit tanaman hias seperti anggrek, bougenville, kamboja, lili, anthurium, aglaonema, dan lain-lain,” terangnya.
Tak hanya mengembangkan tanaman, Zailani juga menjual bibit tanaman hias yang dibudidayakan di lokasi tersebut. Harga tanaman yang dijual bervariasi, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung jenis dan ukurannya.
Saung Jadi Ruang Berkumpul Warga
Di kawasan pemakaman tersebut juga terdapat saung yang dilengkapi bangku dan meja. Fasilitas itu disediakan untuk masyarakat yang berkunjung dan menikmati suasana hijau di lingkungan pemakaman.
Zailani mengatakan, kawasan tersebut hampir setiap hari dikunjungi masyarakat, mulai pagi hingga sore hari. Masyarakat dapat memanfaatkan area tersebut tanpa dipungut biaya.
“Alhamdulillah warga sini juga sering ngadem dan nongkrong. Tidak cuma warga sini, bahkan belum lama ini ada kunjungan turis mancanegara (asing) yang datang berkunjung,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan ruang hijau di lingkungan pemakaman tidak hanya membuat kawasan tersebut lebih tertata, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersosialisasi dan menikmati lingkungan yang lebih nyaman.
Sementara itu, Lurah Sukabumi Utara, Ali Syahidin, mengatakan penataan RTH di areal pemakaman tersebut merupakan bagian dari upaya memanfaatkan lahan terbatas sekaligus mendukung program desa wisata budaya di Kelurahan Sukabumi Utara.
Selain Taman Makam Seroja Indah, pihak kelurahan juga melakukan penataan kawasan permukiman warga di RW 08 melalui pengecatan dan penghijauan.
Sejumlah tembok bangunan permukiman warga turut dihiasi mural bertema Betawi untuk memperkuat karakter kawasan sekaligus mendukung kesiapan sebagai destinasi wisata budaya.
“Jadi kita percantik kawasan permukiman warga juga untuk mendukung kesiapan sebagai destinasi wisata budaya,” ujar Ali.
Ali mengatakan, Kelurahan Sukabumi Utara memiliki sejumlah situs budaya dan potensi wisata yang dapat dikembangkan. Kawasan tersebut juga menjadi lokasi wisata religi serta berbagai kegiatan kebudayaan.
Sejumlah kegiatan budaya yang disebut antara lain Festival Bandeng Rawa Belong, Festival Bunga, dan Festival Jalan Daud.
Untuk wisata religi, terdapat antara lain makam Si Pitung, Masjid Al Anwar, serta makam Syech Abdul bin Aspan.
Selain itu, Sukabumi Utara juga memiliki workshop dan tempat display golok sembelih Qrisdoren yang menjual golok hasil kerajinan lokal.
“Kelebihan golok Qrisdoren ini ketajamannya menyamai katana Jepang (samurai). Karena pengrajinnya itu belajar dan membawa alat asahnya langsung dari Jepang,” tambahnya.
Penataan Taman Makam Seroja Indah dan kawasan permukiman di RW 08 diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan lingkungan yang lebih hijau sekaligus memperkuat potensi wisata budaya di Kelurahan Sukabumi Utara. (Red/Mh/Foto: Ist.)
Discover more from Patroli Borgol
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

